Banyak Jasanya, Bang Azran Dukung Soeharto Raih Gelar Pahlawan Nasional
JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, mendukung penuh Presiden kedua RI, Soeharto, mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Nama Soeharto sendiri masih berada dalam daftar nama yang diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) yang tertuang dalam keputusan Kementerian Sosial.
Menurut senator yang akrab disapa Bang Azran ini, Soeharto tetap memiliki jasa untuk bangsa ini. “Bagaimana pun Pak Harto adalah presiden yang menginisiasi banyak pembangunan di negeri ini pasca kemerdekaan. Menurut saya, jasa itu tetap harus dihargai,” katanya, Jumat (24/10/2025), di Jakarta.
Dalam 32 tahun memimpin, Bang Azran mengakui jika tidak semua berjalan dengan baik. “Akan tetapi kita tidak boleh menutup mata terhadap capaian-capaian beliau. Sebelum 1998, ekonomi kita cukup stabil. Kita juga mampu swasembada pangan, dan banyak juga pembangunan fisik yang dilakukan. Yang sampai sekarang tidak akan pernah kita lupakan, di masa beliau semua rakyat makmur sentosa,” katanya.
Kemakmuran itu, kata Bang Azran, tidak lain karena prestasi di bidang ekonomi. Di jaman pak Harto, terlaksana Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang baik. Fokus utama Orde Baru adalah pembangunan ekonomi, yang mendorong industrialisasi dan pertumbuhan yang signifikan di Indonesia. Pemerintahannya secara rata-rata mampu meningkatkan pendapatan riil sebesar 27% per tahun antara tahun 1966 dan 1978.
Selain itu, masih kata pria asli Betawi itu, pengendalian inflasi, pada awal kekuasaannya Pak Harto, pemerintah berhasil menstabilkan harga dan menekan laju inflasi, yang sempat mencapai 630% pada tahun 1966, menjadi di bawah 9% pada tahun 1972.
“Dan ini yang sangat keren. Pak Harto meluncurkan program revolusi hijau untuk meningkatkan produksi pertanian, yang berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1984. Atas keberhasilan ini, ia dianugerahi medali Ceres oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada tahun 1986, pak Harto sangat layak menjadi pahlawan, dan kami sangat rindu pak Harto,” kenang Bang Azran.
“Selain itu pak Soeharto juga saat itu sukses membuka investasi asing dan program trilogi pembangunan sebagai landasan kebijakan, yang fokus pada stabilitas nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, nama-nama yang diusulkan mendapatkan gelar pahlawan nasional ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), masih akan dibahas lagi oleh tujuh anggota tim Dewan Gelar.
Tim ini terdiri dari Fadli Zon, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Agama Nasaruddin Umar, sejarawan Susanto Zuhdi dan Agus Mulyana, mantan Kapolri Agus Sutarman, dan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal (Purn) Imam Sufaat.(*)
