Dalang Cilik Wanita Angelica Sitinjak Ajen tampilkan tiga bahasa di Ajang “Trilingual Challenge” BPK Penabur di Kota Wisata Kabupaten Bekasi
Bekasi, Sabtu 25 Oktober 2025. Penampilan mempesona dan penuh makna dari Dalang Cilik Wanita Angelica Sitinjak Ajen usia 10 tahun, Angel jebolan Sanggar Wayang Ajen Kota Bekasi binaan Ki Dalang Wawan Ajen berhasil mencuri perhatian seluruh hadirin dalam ajang “Trilingual Challenge Lomba Cerita Tiga Bahasa” yang diselenggarakan oleh BPK Penabur Jakarta di BPK Penabur Kota Wisata, Sabtu 24 Oktober 2025.
Dalam acara bergengsi yang dihadiri oleh peserta dan pendamping dari seluruh BPK Penabur se-Jabodetabek, Angelica tampil sebagai pembuka (opening performance) dengan membawakan cerita trilingual menggabungkan tiga bahasa, yaitu Mandarin, Inggris, dan Indonesia secara fasih, ekspresif, dan penuh karakter.
Durasi penampilannya hanya sekitar tujuh menit, namun cukup untuk menghidupkan suasana aula menjadi hangat dan penuh semangat. Dengan gaya khas dalang muda yang enerjik, Angelica darah Batak memadukan ekspresi panggung, penguasaan bahasa, dan penghayatan nilai cerita yang sarat pesan moral dan budaya.
Respon penonton yang terdiri dari siswa SD kelas 1 hingga 5, orang tua murid, para guru, dan para kepala sekolah begitu antusias. Tepuk tangan meriah menggema setelah Angelica menutup penampilannya dengan salam khas budaya Nusantara.
Guru pendampingnya, Ms. Lauri, dan beberapa guru dan kepala sekolah dari beberapa cabang BPK Penabur mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan Angelica yang dinilai “tidak hanya cerdas dalam berbahasa, tetapi juga mampu menghadirkan nilai budaya dan spiritualitas dalam satu pertunjukan wayang golek singkat yang indah.”
“Angelica membawa warna baru dalam dunia literasi anak. Ia tidak hanya bercerita, tetapi juga berdialog dengan budaya dan hati. Inilah semangat pendidikan holistik yang sesungguhnya,” ujar Mam Anastasia juga sebagai Kepala Sekolah Penabur Sumarecon Bekasi.
Keikutsertaan Angelica Sitinjak Ajen dalam Trilingual Challenge ini menjadi simbol kolaborasi antara pendidikan bahasa, seni pertunjukan, dan penguatan karakter budaya di kalangan generasi muda. Ia membuktikan bahwa kemampuan multibahasa dapat menjadi medium untuk menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya baik lokal maupun global.
Acara Trilingual Challenge sendiri merupakan bagian dari upaya BPK Penabur Pusat dalam menumbuhkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan tiga bahasa; Indonesia, Inggris, dan Mandarin melalui pendekatan media kreatif dan komunikatif.
Melalui penampilan inspiratifnya, Angelica Sitinjak Ajen menegaskan bahwa anak-anak Indonesia bukan hanya pewaris budaya, tetapi juga pembawa pesan damai dan kecerdasan lintas bahasa di masa depan.
Kehadiran talenta muda seperti Angelica Sitinjak Ajen menjadi oase segar di tengah dunia pendidikan yang semakin modern dan digital. Di usianya yang belia, Angelica menunjukkan bahwa seni, bahasa, dan budaya dapat berjalan seiring menuju masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa Nusantara.***
