Pariwisata

Sukses, kemenparekraf gelar Bimbingan Teknis (Gerakan Usaha Kreatif) Subsektor Kuliner di Ende dibanjiri peminat

Ende – Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Gerakan Usaha Kreatif sub sektor kuliner dengan tema “kreatif mengolah Bahan Pangan Lokal” di hotel Flores Mandiri, Kab. Ende – Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 9 Juni 2022.

Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Erwita Dianti mengatakan, sesuai tugas dan fungsi Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif, yaitu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi pelaku ekonomi kreatif, maka kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk dapat membuat peserta agar dapat mengolah bahan pangan lokal secara lebih kreatif.

“Kota Ende dan sekitarnya sangat indah dan memiliki bahan bahan pangan yang dapat dimaksimalkan untuk dapat diolah secara lebih kreatif, sehingga dapat meningkatkan ekonomi daerah”

Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Dan Kelembagaan Frans Teguh yang dalam kesempatan ini membuka sekaligus memberikan arahan mengatakan, Momentum Kedatangan Presiden pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 tidak boleh kita sia saikan, saat ini kota Ende menjadi perhatian masyarakat Indonesia, tidak menutup kemungkinan kunjungan wisatawan juga akan naik, untuk itu kita harus mempersiapkan hal tersebut

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, kita dapat belajar agar kita bisa mengolah bahan pangan lokal yang ada di Ende secara lebih kreatif”

Kegiatan Bimbingan Teknis Gerakan Usaha Kreatif sub sektor kuliner dengan tema “kreatif mengolah Bahan Pangan Lokal” dihadiri oleh 100 orang peserta dengan narasumber Ibu Ravita Datau dan Bapak Dimas Putra Pratama.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dalam sukses usaha, kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal juga menjadi faktor penentu yang dapat menarik minat dalam mengembangkan usaha. Tentu juga kapasitas SDM para pelaku usaha kuliner harus terus menerus ditingkatkan. “Makanya kita harus gercep, geber, dan gaspol. Strategi lainnya adalah strategi yang akan dia lakukan, yaitu dengan inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” ujar Sandiaga.

“Gercep” menurut Sandiaga adalah bergerak cepat dan “geber” adalah bergerak bersama-sama memanfaatkan semua potensi untuk membangkitkan dan mempertahankan industri pariwisata. Adapun “gaspol”, kata dia, adalah menggarap semua potensi lapangan pekerjaan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *