Pertanian

Kementan Tingkatkan Kompetensi Pendamping Lewat Studi Banding Pertanian Terpadu

BOGOR – Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk memaksimalkan pembangunan pertanian, adalah meningkatkan kompetensi pendamping.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini pertanian menghadapi tantangan yaitu untuk mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Karena itu harus dipastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa P4S sebagai pusat pembelajaran dari petani untuk petani, memegang peranan penting dalam pembangunan pertanian.

“Khususnya dalam memenuhi kecukupan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pengembangan Pertanian modern dengan memanfaat teknologi informasi harus senantiasa dilakukan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani, walaupun kita masih didera wabah Covid 19,” ujarnya.

Untuk mendukung kecukupan pangan dan meningkatkan nilai tambah usaha tani, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengoptimalkan peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

P4S merupakan lembaga pelatihan pertanian dan pedesaan yang didirikan, dimiliki, dan dikelola oleh petani secara swadaya baik perorangan maupun berkelompok.

P4S diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui pengembangan sumber daya manusia pertanian, yaitu dalam bentuk pelatihan/permagangan bagi petani dan masyarakat di wilayahnya.

Jumat (3/12/2021), pendamping (Fasilitator Desa) dan petani terpilih Program READSI mengunjungi P4S Swen Inovasi Mandiri di Bogor yang dikembangkan programnya dengan pelatihan dan permagangan pertanian terpadu (Integrated Farming System).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengadopsi pertanian yang terpadu serta Menunjang Kemandirian Pangan dan Energi di Perdesaan, Pemanfaatan Limbah Menjadi Pupuk Organik dan Rumah Pangan Lestari di wilayah program READSI.

Sri Wahyuni, Ketua P4S Swen Inovasi Mandiri beralamat di  Ciomas, Bogor, mengatakan jika networking merupakan kunci utama keberhasilan mengembangkan Jenis Pelatihan/Permagangan.

Pengembangan Usaha yang dilakukan P4S meliputi Jenis Usaha Off Farm Hulu (Pembuatan kompos, Pembuatan pestisida alami), Jenis usaha budidaya on Farm (Budidaya tanaman hidroponik, Budidaya tanaman organik), serta Jenis Usaha Off Farm Hilir (Pembuatan tepung kerabang telur, Jasa pemasaran hasil, Pembuatan makanan olahan lele dan jamur).

Sri Wahyuni menambahkan, jejaring kerja sama yang sudah dibangun oleh P4S ini juga cukup banyak. Sehingga bermanfaat bagi petani-petani muda/milenial yang berlatih atau magang di P4S ini.

Santy, Pendamping di kabupaten Kupang, yang mewakili teman-teman Fasilitator Desa sangat terinspirasi mengembangkan pertanian terpadu.

“Karena ternyata sangat banyak manfaat yang belum kita ketahui bahwa sampah dapur yang selama ini kita buang  sampai kotoran hewan saja banyak sekali manfaatnya,” tambah Santy.

Dengan adanya kunjungan yang di support READSI di harapkan Fasilitator Desa (pendamping Desa) dan petani yang hadir di P4S Swen Inovasi mandiri dapat menambah referensi dan mengaplikasikan integrated sistem di desa wilayah dampingannya.

READSI sebagai program yang mendukung Kementerian Pertanian bertujuan menentaskan kemiskinan petani juga memberdayakan rumah tangga di pedesaan di Sulawesi, Kalimantan Barat dan NTT, baik secara individu maupun secara kelompok, dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.

Oleh karena itu harus mampu terus menerus berkreativitas untuk peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *