Ketua FORKABI Jakarta Barat Matrobin Bantu Pelunasan Sekolah, Bang Azran: Kepedulian Harus Jadi Solusi
JAKARTA – Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan Ketua FORKABI Jakarta Barat, Matrobin, dengan membantu pelunasan biaya sekolah bagi keluarga yang membutuhkan. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kehadiran FORKABI di tengah persoalan masyarakat, khususnya dalam memastikan anak tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP FORKABI, Achmad Azran alias Bang Azran, yang juga merupakan Anggota DPD RI, langkah tersebut menjadi bagian dari semangat agar FORKABI tidak hanya hadir dalam kegiatan organisasi, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat.
Matrobin mengatakan, bantuan tersebut mungkin tidak besar, tetapi memiliki arti penting bagi keluarga penerima.
“Bagi kami, yang paling penting bukan besar kecilnya bantuan, tetapi bagaimana persoalan yang dihadapi masyarakat bisa kita bantu selesaikan. Kalau ada anak yang hampir terganggu sekolahnya karena persoalan biaya, maka kita harus hadir semampu kita,” ujar Matrobin.
Menurutnya, kepedulian harus dilakukan dengan ikhlas dan tidak membuat penerima bantuan merasa rendah diri.
“Ini bukan soal siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Kita semua adalah bagian dari keluarga besar masyarakat. Hari ini kita membantu, suatu saat mungkin kita yang membutuhkan bantuan,” katanya.
Sementara itu, Bang Azran mengapresiasi langkah Matrobin. Ia menegaskan bahwa kepedulian sosial harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Jangan pernah menganggap kecil bantuan untuk pendidikan. Ketika kita membantu seorang anak tetap bersekolah, sesungguhnya kita sedang menjaga satu masa depan. Kita tidak tahu kelak anak itu akan menjadi apa, tetapi hari ini kita memastikan langkahnya tidak terhenti hanya karena persoalan biaya,” ujar Bang Azran.
Menurutnya, semangat FORKABI harus tercermin dalam tindakan, bukan hanya slogan.
“Organisasi yang besar bukan hanya yang besar jumlah anggotanya, tetapi yang keberadaannya terasa ketika masyarakat membutuhkan. Kepedulian tidak harus menunggu program besar. Kalau ada persoalan di depan mata dan kita mampu membantu, maka di situlah kita harus hadir,” tegasnya.
Bang Azran berharap gerakan serupa terus tumbuh di seluruh jajaran FORKABI. Sebab, menjaga nilai kekeluargaan masyarakat Betawi bukan hanya dengan merawat budaya, tetapi juga dengan memastikan tidak ada warga yang merasa sendirian menghadapi kesulitan.
“FORKABI harus menjadi rumah besar yang hadir, peduli dan memberi manfaat,” pungkas Bang Azran.(*)
