Keren, Burhanuddin Abdullah Center (BACenter) Menyelenggarakan Open Golf Tournament 2025
JAKARTA-Burhanuddin Abdullah Center (BACenter) Menyelenggarakan Open Golf Tournament 2025, di Suvarna Golf Klub, Jakarta pada Minggu (20/7/2025).
Ajang ini tak sekadar menjadi wadah olahraga prestisius, namun juga sebagai forum silaturahmi lintas stakeholder untuk memperkuat kolaborasi nasional dalam menghadapi tantangan transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“BACenter mengajak seluruh stakeholder untuk berkontribusi dalam pembangunan dan menyelenggarakan ‘Open Golf Tournament 2025’ sebagai sarana menjalin sinergi,” jelas Prof. Burhanudin Abdullah, Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran saat membuka turnamen.
Puluhan pegolf Indonesia mengikuti turnamen ini. Hadir pula, Mendagri Tito Karnavian, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan beberapa pejabat BUMN.
Burhanuddin menjelaskan pentingnya olahraga bersama dalam membangun komunikasi dan sinergi kebangsaan. Olahraga, menurutnya, bisa menghapus sekat dan batas formalitas.
Komunikasi yang terbuka akan mempermudah sinergi, dan sinergi adalah kunci untuk mewujudkan visi besar seperti Indonesia Emas 2045.
“Seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga kesehatan dan semangat kebersamaan demi mencapai cita-cita bersama,” jelasnya.
Turnamen ini menggunakan format Individual Stroke Play System 36, dengan kategori juara, Best Gross Overall, Best Net Overall (1, 2, 3), Best Net Flight A, B, C (masing-masing 1, 2, 3). Untuk Novelty Prizes meliputi Longest Drive, Nearest To The Pin, dan Nearest To The Line.
Pada kesempatan sama, mantan Gubernur Bank Indonesia ini melaunching lembaga kajian independen, BACenter. Fokus utamanya, mendorong penguatan sektor koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM di Indonesia berdaya saing global.
Sebagai lembaga kajian independen, BACenter akan menggabungkan riset akademik, advokasi kebijakan, pengembangan kapasitas, dan pendampingan untuk melakukan transformasi kelembagaan koperasi dan UMKM.
Visi besarnya mewujudkan koperasi dan UMKM sebagai pilar utama ekonomi nasional yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing global.
“Sektor UMKM dan koperasi memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja di banyak negara, termasuk di Indonesia,” kata Burhanuddin Abdullah yang kini menjabt Komut PLN ini.
