Ekonomi & BisnisInternasionalPolitik

BPK RI Perkuat Jejak Indonesia dalam Tata Kelola Keuangan Global

WASHINGTON, D.C. — Indonesia terus memperkuat perannya dalam tata kelola keuangan publik di tingkat global melalui kiprah Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di berbagai forum internasional.

Ketua BPK RI, Dr. Isma Yatun, CSFA, CFrA, berada di New York, Amerika Serikat, pada 21–26 September 2026 dalam rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kehadiran tersebut memiliki arti strategis seiring dimulainya mandat BPK RI sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) periode 2026–2032.

Dalam mandat tersebut, BPK RI menggantikan China National Audit Office dan bekerja bersama lembaga pemeriksa tertinggi dari Prancis serta Brasil untuk mengaudit badan, program, dan operasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Posisi tersebut sekaligus menegaskan semakin besarnya peran Indonesia dalam komunitas lembaga pemeriksa dunia. BPK RI juga akan memegang kepemimpinan International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) untuk periode 2028–2031. Kepercayaan internasional ini mencerminkan pengakuan terhadap kapasitas auditor Indonesia dalam mendukung pengelolaan keuangan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi hasil. 0

Dari New York, agenda Ketua BPK RI berlanjut ke Washington, D.C., pada 23 September 2026. Di sana dilakukan pertemuan dengan mitra pemeriksa Amerika Serikat, U.S. Government Accountability Office (GAO), untuk membahas program bersama dan memperkuat hubungan kelembagaan kedua negara.

GAO merupakan lembaga independen nonpartisan yang mendukung Kongres Amerika Serikat melalui audit, evaluasi program, investigasi, serta analisis berbasis bukti. Lembaga tersebut dikenal sebagai salah satu institusi penting dalam pengawasan penggunaan dana publik di Amerika Serikat.

Dalam kunjungan ke Washington, Ketua BPK RI juga bertemu dengan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, untuk membahas persiapan penyelenggaraan XXVI International Congress of Supreme Audit Institutions (XXVI INCOSAI) yang akan diselenggarakan BPK RI di Bali pada 2028.

“Penyelenggaraan INCOSAI 2028 merupakan momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pemeriksaan sekaligus menunjukkan kontribusi Indonesia dalam membangun tata kelola keuangan publik yang akuntabel,” ujar Indroyono.

XXVI INCOSAI merupakan kongres tiga tahunan yang menjadi forum tertinggi komunitas lembaga pemeriksa sedunia di bawah INTOSAI. Kongres tersebut direncanakan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center.

KBRI Washington, bersama KJRI New York, Houston, Chicago, San Francisco, dan Los Angeles, siap mendukung aspek kekonsuleran serta keprotokolan dalam rangka persiapan dan penyelenggaraan agenda internasional tersebut.

Bagi Indonesia, mandat di UN Board of Auditors, kepemimpinan INTOSAI, serta penyelenggaraan INCOSAI 2028 menjadi rangkaian penting untuk memperkuat reputasi nasional dan meningkatkan kompetensi auditor Indonesia.

Kehadiran aktif BPK RI di berbagai forum dunia juga membuka ruang bagi Indonesia untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi turut berkontribusi dalam membangun standar akuntabilitas global serta membawa praktik tata kelola keuangan publik Indonesia ke panggung internasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *