Indonesia Tegaskan Diplomasi Maritim dan Profesionalisme TNI AL dalam RIMPAC 2026
WASHINGTON DC – Keikutsertaan Indonesia dalam Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC) 2026 menjadi penegasan peran strategis Indonesia sebagai negara maritim yang aktif, profesional, dan berkomitmen menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Latihan militer multinasional terbesar di dunia yang berlangsung di Hawaii tersebut melibatkan 30 kapal perang, enam kapal selam, sekitar 200 pesawat, serta ribuan personel dari 31 negara.
Indonesia mengirimkan 37 prajurit terbaik Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang berasal dari Detasemen Jalamangkara, Pasukan Marinir 1 Jakarta, Pasukan Marinir 2 Surabaya, dan Pasukan Marinir 3 Sorong. Kontingen dipimpin Komandan Pusat Latihan Khusus Marinir TNI AL Letkol Marinir Huda Prawira Soemarto, didampingi Komandan KRI Sultan Hasanuddin-366 Letkol Laut (P) Eko Triyatmono.
Selama pelaksanaan latihan di US Marine Corps Training Area Bellows dan wilayah sekitar Honolulu, para prajurit Indonesia mengikuti berbagai materi, mulai dari latihan fast rope, menembak, taktik tempur jarak dekat, simulasi operasi gabungan lintas negara, hingga kemampuan bertahan hidup di hutan tropis (jungle survival). Kemampuan terakhir menjadi salah satu keunggulan yang mendapat perhatian para peserta karena dinilai sebagai keahlian khas prajurit Indonesia yang terbiasa beroperasi di lingkungan tropis.
RIMPAC tidak hanya menjadi ajang meningkatkan kesiapan tempur, tetapi juga memperkuat interoperabilitas antarangkatan bersenjata berbagai negara. Kemampuan bekerja sama secara efektif menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan keamanan maritim, operasi kemanusiaan, serta penanggulangan bencana di kawasan Indo-Pasifik.
Partisipasi Indonesia juga memiliki dimensi diplomasi pertahanan yang semakin penting. Kehadiran Indonesia memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan negara-negara mitra dalam kerangka Comprehensive Strategic Partnership serta Major Defense Cooperation Partnership, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
Dalam rangkaian agenda tersebut, Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo melakukan kunjungan kerja ke Hawaii pada 7 Juli 2026 didampingi Atase Pertahanan RI Marsma TNI Yose Ridha serta Koordinator Fungsi Politik KBRI Washington DC Fahmi Ali Sarosa. Selain meninjau langsung pelaksanaan latihan RIMPAC, delegasi Indonesia juga mengadakan pertemuan dengan Panglima Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat Laksamana Samuel J. Paparo, anggota Kongres Amerika Serikat Ed Case, berdiskusi dengan para pakar di Asia-Pacific Center for Security Studies dan East-West Center, serta mengunjungi University of Hawaii at Manoa sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik kedua negara.
Salah satu momen yang menjadi perhatian adalah saat delegasi Indonesia menyaksikan simulasi bertahan hidup di laut yang diperagakan prajurit Marinir TNI AL. Komandan latihan dari US Marine Corps, Kolonel McDonald, menyampaikan apresiasi atas kemampuan renang dan daya tahan prajurit Indonesia yang dinilai sangat menonjol selama latihan.
“RIMPAC bukan sekadar latihan militer, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, memperkuat kerja sama, dan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki prajurit yang profesional sekaligus siap berkontribusi bagi keamanan dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan aktif dalam RIMPAC 2026, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara kepulauan yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen kuat dalam menjaga keamanan maritim regional. Di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang terus berkembang, Indonesia hadir bukan hanya sebagai peserta, melainkan sebagai mitra strategis yang ikut membentuk kerja sama dan perdamaian kawasan.(*)
