Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam 2026 Hadir di Kota Binjai, Dorong Perluasan Pasar Produk Kriya
BINJAI, 26 September 2026 — Untuk pertama kalinya, Kota Binjai menjadi tuan rumah kegiatan Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 September 2026 ini digelar di Cafe Tropicollo, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Binjai, mulai pukul 07.30 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Binjai Eka Dani Syaputra, Kepala Dinas Pariwisata Kota Binjai Zulfan, serta Direktur Kriya Neli Yana. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kriya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Binjai Eka Dani Syaputra mengatakan, kegiatan yang mempertemukan proses produksi dengan akses pemasaran secara langsung akan memberikan nilai tambah bagi para pelaku kriya.
“Dengan adanya kegiatan yang langsung menghubungkan produksi dengan pemasaran, tentu akan semakin baik dan memberikan peluang yang lebih luas. Mudah-mudahan dari 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini nantinya dapat memperoleh hasil yang luar biasa dan meningkatkan apa yang selama ini mereka dapatkan,” ujar Eka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Binjai Zulfan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam 2026 di Kota Binjai. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha kriya.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Ini tentu menjadi momentum yang baik untuk mendorong perkembangan kriya dan ekonomi kreatif di Kota Binjai,” kata Zulfan.
Direktur Kriya Neli Yana menjelaskan, Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam 2026 merupakan bagian dari upaya promosi sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya, kerajinan, dan UMKM.
Menurut Neli, kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha, komunitas, serta pembeli dari berbagai daerah hingga mancanegara. Pertemuan itu diharapkan mampu memperluas jejaring pemasaran produk kriya Indonesia menuju pasar global.
“Ajang ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan sektor ekonomi kreatif, khususnya subsektor kriya, kerajinan, dan UMKM. Kami mempertemukan pelaku usaha, komunitas, dan pembeli dari berbagai daerah maupun mancanegara untuk memperluas jejaring pasar global, sekaligus mendorong industri hijau dan pelestarian kriya nasional,” ujar Neli.
Akselerasi Produk Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam 2026 di Kota Binjai diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun rantai ekosistem kriya yang lebih kuat, mulai dari produksi, peningkatan kualitas, promosi hingga perluasan akses pasar.
Dengan potensi kerajinan sulam dan anyam yang dimiliki para pelaku usaha, Kota Binjai diharapkan dapat menjadi salah satu daerah yang ikut memperkuat daya saing produk kriya Indonesia, sekaligus menjaga keberlanjutan keterampilan dan warisan kerajinan Nusantara.
