Diplomasi Sains Indonesia-AS Diperkuat, Indroyono Dorong Kolaborasi BRIN–University of Minnesota–3M
WASHINGTON, D.C. — Diplomasi Indonesia dan Amerika Serikat tidak hanya dibangun melalui hubungan politik dan ekonomi, tetapi juga melalui penguatan kerja sama sains, teknologi, pendidikan, dan inovasi. Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, bersama para Duta Besar ASEAN di Washington D.C. dan President US-ABC, Duta Besar Brian McFeeters, ke 3M Innovation Center di St. Paul, Minnesota, pada 11 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut diterima langsung Vice President 3M, Meagan Linn, beserta jajaran pimpinan perusahaan. Dalam pertemuan itu, Indroyono mengusulkan perintisan kerangka kerja sama trilateral antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), University of Minnesota, dan 3M.
Gagasan tersebut memiliki fondasi yang kuat. 3M dan University of Minnesota telah memiliki tradisi kolaborasi selama lebih dari 50 tahun, khususnya dalam pengembangan talenta, riset bersama, serta program beasiswa doktoral di bidang sains dan teknik.
Bagi Indonesia, University of Minnesota juga memiliki posisi strategis karena tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi di Amerika Serikat yang diakui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai tujuan studi resmi bagi penerima beasiswa Magister dan Doktor. Kolaborasi ini berpotensi memperkuat sumber daya manusia Indonesia sekaligus memadukan diplomasi pendidikan, riset, dan industri dalam satu ekosistem.
“Kerja sama ini kita dorong agar diplomasi sains Indonesia dengan Amerika Serikat tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi dapat menghasilkan kolaborasi konkret antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri. BRIN memiliki kapasitas riset, University of Minnesota memiliki kekuatan akademik dan pengembangan talenta, sementara 3M memiliki pengalaman panjang dalam inovasi. Jika ketiganya dipertemukan dalam satu ekosistem, kita berharap dapat menghasilkan riset yang relevan sekaligus memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” ujar Indroyono Soesilo.
Dalam pembicaraan awal, sejumlah bidang potensial untuk dikembangkan mulai dirumuskan, antara lain riset material maju dan perekat generasi baru, pengembangan alat pelindung diri berbasis teknologi mutakhir, serta inovasi optical films dan coating untuk kebutuhan elektronik, semikonduktor, dan kaca film otomotif.
Selain itu, dibahas pula peluang program pertukaran dan beasiswa PhD bagi peneliti BRIN di bidang sains material dan teknik. Program tersebut diharapkan dapat menyiapkan generasi peneliti Indonesia dengan pengalaman internasional dan akses ke lingkungan riset kelas dunia.
Kerja sama tersebut juga diarahkan agar tidak berhenti di laboratorium. Pertemuan turut membahas potensi alih teknologi manufaktur presisi untuk memperkuat fasilitas 3M di Karawang, yang diharapkan dapat berkembang menjadi simpul penting dalam rantai pasok regional, sejalan dengan agenda hilirisasi dan inovasi berkelanjutan Indonesia.
Dengan demikian, kerja sama trilateral BRIN–University of Minnesota–3M diharapkan tidak hanya melahirkan pengetahuan baru, tetapi juga memperkuat kapasitas peneliti, membuka peluang pengembangan talenta Indonesia, serta mendorong penciptaan nilai tambah industri di dalam negeri.
Kunjungan ke 3M Innovation Center di Saint Paul, Minnesota, pada 11 Agustus 2026, menjadi bagian dari upaya memperluas diplomasi Indonesia di Amerika Serikat melalui jalur sains, teknologi, pendidikan, riset, dan inovasi industri.
