Belajar dari Kasus Amerika Serikat–Venezuela: Jangan Terpecah Belah Jika Ingin Tetap Berdaulat
JAKARTA— Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran, mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia untuk berkaca pada kasus hubungan Amerika Serikat dan Venezuela.
Terutama khususnya pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menunjukkan bagaimana kekuatan asing dapat dengan mudah mencampuri urusan internal negara lain ketika negara tersebut terjebak dalam konflik dan perpecahan berkepanjangan.
Menurut pria yang biasa disapa Bang Azran, Venezuela menjadi contoh bagaimana persoalan internal yang tidak diselesaikan secara bijak membuka ruang bagi intervensi asing, baik melalui tekanan politik, sanksi ekonomi, hingga ancaman militer. Isu demokrasi, kepemimpinan nasional, dan kekayaan sumber daya alam Venezuela kerap dijadikan alasan untuk membenarkan campur tangan pihak luar.
“Kasus Venezuela mengajarkan kita bahwa ketika sebuah bangsa terpecah belah, maka negara lain dengan kepentingannya akan mudah masuk dan mengatur arah masa depan bangsa tersebut. Ini bukan semata soal ideologi, tetapi juga tentang perebutan pengaruh dan kekayaan alam,” ujar Bang Azran, Senin, 5 Januari 2026.
Pria asli Betawi itu menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara besar dengan kekayaan sumber daya alam dan posisi strategis, tidak boleh lengah. Perbedaan pandangan politik, pilihan kebijakan, maupun latar belakang sosial tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi konflik yang melemahkan persatuan nasional.
“Pelajaran paling sederhana yang bisa kita ambil adalah: jangan terpecah belah. Prinsip bersatu kota teguh, bercerai kita runtuh harus dipegang teguh. Kita juga sudah sering mendengar satu kalimat yang sangat relevan hingga hari ini: pecah belah dan jajahlah. Polanya sama, hanya cara dan aktornya yang berubah,” tegasnya.
Bang Azran menambahkan bahwa tragedi yang dialami Venezuela harus menjadi peringatan serius bagi Indonesia. Negara tersebut mengalami krisis politik yang tajam hingga presidennya ditangkap, kepemimpinan nasionalnya diperdebatkan secara internasional, dan pada akhirnya kedaulatan negaranya mendapat tekanan bahkan serangan dari kekuatan asing. Semua itu berawal dari konflik internal yang dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi yang menyatukan bangsa.
“Venezuela adalah cermin yang sangat jelas. Presidennya ditangkap, negaranya diserang, dan kekayaan alamnya menjadi rebutan. Semua itu tidak terjadi tiba-tiba, tetapi diawali oleh perpecahan di dalam negeri. Indonesia tidak boleh mendapatkan kesalahan yang sama. Persatuan adalah benteng utama bangsa. Jika benteng ini runtuh, maka intervensi asing—baik secara politik, ekonomi, maupun kekuatan lainnya—akan semakin mudah masuk. Ayo pegang terus persatuan dan kesatuan bangsa kita tercinta,”pungkas Bang Azran.
