Pariwisata

Tujuh Dalang Cilik Kertawangi Binaan Poltekpar NHI Bandung Tampil Memukau di Grand Hotel Sunshen Soreang

Soreang, Kabupaten Bandung 22 Oktober 2025

Suasana aula utama Grand Hotel Sunshen Soreang pagi itu terasa hangat sekaligus menggetarkan. Suara musik gamelan berpadu dengan tawa anak-anak, menghadirkan aura budaya yang hidup dan berdenyut. Para tamu undangan akademisi, pejabat, pengelola desa wisata dan masyarakat larut dalam tepuk tangan panjang ketika tujuh dalang cilik dari Desa Wisata Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tampil memukau membuka acara Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahap I Tahun Akademik 2025, yang digelar oleh Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung.

 

Dari Desa ke Panggung Nasional: Lahirnya Generasi Emas Pewayangan

Desa Kertawangi, yang selama ini dikenal karena panorama alamnya yang menawan, kini menjelma menjadi desa berkarakter budaya. Di balik udara sejuk dan bentangan sawahnya, tumbuh tunas-tunas seni muda yang menghidupkan kembali seni wayang golek kebanggaan Sunda dan Indonesia.

Di bawah binaan Poltekpar NHI Bandung dan asuhan maestro Ki Dalang Wawan Ajen, pendiri Wayang Ajen, anak-anak Kertawangi tidak hanya belajar memainkan wayang, tetapi juga belajar tentang makna kehidupan, nilai moral, dan semangat kebangsaan.

Setiap Selasa dan Kamis, sebanyak 21 dalang cilik berlatih di Bale Desa Kertawangi. Disiplin, gembira, dan penuh dedikasi, mereka menghidupkan “Kampung Dalang” ikon wisata budaya edukatif yang kini menjadi inspirasi pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism) di Jawa Barat.

Dan hari itu, tujuh dalang cilik di antara mereka Arachi, Farhan, Ajigiri, Ismail, David, Al Dalang Gacor, dan si mungil Dzikir, sang dalang berusia lima tahun tampil dengan pesona yang luar biasa. Mereka mempersembahkan rangkaian atraksi budaya: Kakawen, Tari Gunungan, Ibing Rahwana, Ibing Panakawan, Dialog Wayang, Pantun, hingga Tarung Bodor antara Punakawan melawan Buta Denawa.

Tiap gerak dan tutur kata mereka mengalirkan makna tentang kejujuran, keberanian, dan cinta tanah air. Anak-anak itu bukan sekadar tampil, mereka menuturkan filosofi bangsa melalui seni.

 

Sinergi Budaya dan Pendidikan: Poltekpar NHI Bandung sebagai Kampus Berdampak

Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Anwari Masatip, Direktur Poltekpar NHI Bandung; Dr. Cecep Ucu Rakhman, S.Sos., M.M., Ketua Pelaksana Diseminasi; Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, M.M., Kepala Program Pascasarjana; serta sejumlah pejabat kampus Dr.Haryadi Darmawan, MM.CPM.R.Wisnu Rahtomo, S,Sos.MM. Dr. Endang Komesty S,S.S.,M.Par.,CHE, dan perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, tujuh Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta dua belas desa wisata binaan dan pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Dr. Cecep Ucu Rakhman menegaskan bahwa kegiatan diseminasi ini tidak sekadar kegiatan ilmiah.

“Hari ini kita bukan hanya berbicara penelitian dan pengabdian, tetapi juga memperkuat komitmen melestarikan budaya Sunda dan Nusantara yang luhur dan bermartabat. Budaya adalah fondasi karakter bangsa,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Dr. Anwari Masatip, Direktur Poltekpar NHI Bandung, memberikan apresiasi tinggi terhadap para dalang cilik dan para pembina.

“Luar biasa! Inilah bukti nyata bahwa kampus tidak berdiri di menara gading. Poltekpar NHI Bandung hadir di tengah masyarakat menjadi kampus berdampak, kampus penggerak yang menyalakan api pendidikan, budaya, pariwisata dan pengabdian,” ujarnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Ki Dalang Wawan Ajen dan seluruh pembina yang telah menjaga nyala tradisi. Di sinilah nilai sejati Tri Dharma Perguruan Tinggi hidup, ketika ilmu pengetahuan berpadu dengan seni dan pengabdian,” tambahnya.

 

Budaya Sebagai Akar Ilmu dan Jalan Pengabdian

Dalam wawancara terpisah, Ki Dalang Wawan Ajen menuturkan bahwa kegiatan ini bukan hanya pertunjukan, melainkan proses pendidikan karakter melalui seni.

“Wayang bukan sekadar boneka dan kisah. Ia adalah cermin kehidupan. Di dalamnya ada nilai, ada jiwa, ada kebijaksanaan. Ilmu, pengabdian, dan budaya harus berjalan seiring. Dari akar tradisi lahirlah karakter bangsa yang kuat,” ujarnya.

Menurutnya, pelatihan dan pementasan dalang cilik ini menjadi jembatan sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa, membangun nilai-nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan spiritualitas dalam satu tarikan napas.

Dukungan serupa datang dari warga Kertawangi. Yulia, Gugus Gustaman, Anggi dan Wildan, pendamping anak-anak dalang, menyampaikan rasa haru dan bangga.

“Terima kasih kepada Poltekpar NHI Bandung yang dengan tulus membina anak-anak kami. Pelatihan ini bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga menggerakkan ekonomi dan pariwisata desa,” ujar Yulia.

 

Gerbang Pancawaluya: Nilai Luhur yang Hidup di Masyarakat

Menutup rangkaian acara, R. Wisnu Rahtomo, S.Sos., M.M. menegaskan pentingnya nilai-nilai Gerbang Pancawaluya filosofi hidup masyarakat Sunda yang patut dijadikan pegangan:

“Cageur (Sehat), Bageur (Baik), Bener (Benar), Pinter (Cerdas), dan Wanter (Berani). Lima nilai ini bukan hanya ajaran moral, tapi dasar pembangunan karakter bangsa yang tangguh dan beradab.”

Dari Kertawangi Ngaraga Budaya Mengalir Semangat untuk Indonesia

Kepala Desa Kertawangi, Yanto Bin Surya atau akrab disapa Akang Steve Ewon, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Poltekpar NHI Bandung.

“Pembinaan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan ini telah membawa perubahan besar bagi desa kami. Dari Kertawangi, kami belajar bahwa budaya bisa menjadi sumber daya ekonomi, pendidikan, dan kebanggaan nasional,” ungkapnya.

Kini, Desa Kertawangi Ngaraga Budaya bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang tumbuh bagi generasi muda yang mencintai seni, menjunjung moral, dan menumbuhkan jati diri bangsa.

Dari tangan-tangan mungil para dalang cilik, api kebudayaan kembali menyala menerangi jalan menuju masa depan Indonesia yang berkarakter, berdaya, dan bermartabat.

Salam Budaya, Salam Pariwisata, Dari Kertawangi untuk Indonesia yang Cerdas, Kreatif, Berkarakter dan Bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *