Daerah

Wujudkan Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Dukung BP Aceh Majukan Sektor Pertanian

TANGERANG – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama dalam hal ini beras, sebagai bagian dalam upaya mengejar target swasembada pangan. Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat menyampaikan sambutan pembukaan pelatihan bagi Brigade Pangan.

 

Amran mengatakan melalui Brigade Pangan, Kementan berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dan melibatkan generasi muda.

“Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektare per brigade. Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementan (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan pihaknya menargetkan pembentukan 4.224 Brigade Pangan. Saat ini, jumlah Brigade Pangan yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.

“Saat ini, Brigade Pangan yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 hektare yang tersebar di 12 provinsi,” ungkap Santi.

Santi menjelaskan dalam rangka meningkatkan kompetensi petani pengelola Brigade Pangan dalam mengoptimalkan kinerja alat dan mesin pertanian, maka Kementan melalui BPPSDMP melaksanakan rangkaian kegiatan peningkatan kapabilitas SDM Pertanian yaitu Pelatihan bagi Brigade Pangan.

Sementara Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, saat membuka pelaksanaan Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 6 edisi ke 28 bertema “Peran Brigade Pangan dalam memajukan sektor Pertanian di provinsi aceh untuk mewujudkan Swasembada Pangan”, menjadi topik hangat yang dilaksanakan secara hybrid, Sabtu (19/07/2025).

“Brigade Pangan untuk meningkatkan hasil panen dari 2 – 3 ton per hektare menjadi minilam 5 ton per hektare, bahkan bisa 7 ton. Melalui pengolahan yang baik di lahan seluas kurang lebih 200 hektare, dengan penekanan pada pencatatan dan dokumentasi yang baik sebagai entitas baru yang bertranformasi menjadi kelembagaan pertanian luar biasa yang mengelola usaha tani sekaligus ekonomi” tegas Kapusdiktan.

Upaya menggerakkan brigade Pangan dalam mendukung tercapainya swasembada pangan menyongsong Indonesia emas 2045, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia. Brigade Pangan merupakan garda terdepan dalam pertanian, terutama dalam mendukung Provinsi Aceh mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia Muharfiza mengatakan bahwa MAF yang diselenggarakan PEPI kali mengusung tema yang menarik. Brigade pangan merupakan garda terdepan dan menjadi kunci program swasembada pangan. Selain itu beliau juga berharap acara ini bisa memberikan wawasan praktis tentang peran Brigade Pangan dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Harapannya, dengan berlangsungnya kegiatan ini dapat menginspirasi hadirin terutama mahasiswa PEPI untuk berpikir kritis, mengembangkan ide-ide baru, dan menciptakan solusi inovatif untuk masalah-masalah di sekitar,” ujarnya.

Acara daring yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, petani, penyuluh dan pegiat pertanian, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap upaya pencapaian swasembada pangan nasional. Edisi MAF kali ini menghadirkan tiga narasumber hebat yang ahli di bidangnya, Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan provinsi Aceh Cut Huzaimah, Nanda Kurniawan manager Brigade Pangan Devayan Suak buluh dan Brigade Pangan, Darwin dari lung Kwasaky.

Dalam paparannya, Cut Huzaimah menyampaikan Program Brigade pangan ini adalah jawaban atas tantangan regenerasi petani, harapannya anak muda tidak lagi mencari pekerjaan.

Huzaimah mengajak seluruh peserta untuk menggali potensi-potensi di desa yang lebih menjanjikan. Desa bisa menjadi pusat ekonomi yang maju jika pertanianya dikelola dengan modern dan profesionel. Harapan kedepan, dengan hadirnya Brigade Pangan masuk kedesa terjadinya peningkatan atau menggerakkan ekonomi lokal di Aceh nantinya.

Sama halnya dengan Huzaimah, Nanda menjelaskan saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian, perubahan iklim dan menurunnya minat generasi muda dalam pertanian menjadi ancaman nyata.

Sinergi antara SDM unggul dan teknologi pertanian modern menjadi kunci penting dalam mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan. Nanda juga menyampaikan peran mahasiswa dan pemuda sebagai agen perubahan seperti aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, membantu dalam pemberkasan dan poligon.

Pemerintah Provinsi Aceh telah memetakan potensi lahan pertanian yang subur dan mengidentifikasi komoditas unggulan seperti padi. “Peran utama mengoptimalkan lahan Oplah melalui penggunaan teknologi, manajemen yang baik, dan kerja sama yang solid. Brigade Pangan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani dan mendorong generasi muda untuk terjun kedalam sektor pertanian, tutup Darwin (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *