Madura United dan Persela Dukung LaNyalla Lakukan Transformasi dan Reformasi di PSSI
JAKARTA – Dukungan kepada AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam bursa pencalonan Ketua Umum PSSI kembali mendapat dukungan. Kali ini dukungan disuarakan dua tim asal Jawa Timur, Madura United dan Persela Lamongan.
Direktur Utama Madura United, Zia Ulhaq Abdurrahim, mengatakan AA LaNyalla Mahmud Mattalitti akan melakukan transformasi dan reformasi jika menjabat sebagai Ketum PSSI periode 2023-2027.
Hal tersebut dikatakan Zia Ulhaq usai silaturahmi LaNyalla bersama voter Jawa Timur (Jatim) di Surabaya, Minggu (22/1) lalu.
“Pertemuan berlangsung enak dan dinamis. Pak Nyalla menyampaikan satu hal bahwa akan melakukan transformasi dan reformasi di tubuh PSSI,” ungkap Zia Ulhaq.
Zia Ulhaq percaya LaNyalla, yang kini menjabat sebagai Ketua DPD RI, mampu memajukan sepak bola Tanah Air jika terpilih sebagai orang nomor satu di induk sepak bola Indonesia tersebut.
LaNyalla bukan lah sosok baru di dunia sepak bola Indonesia. Pengusaha sekaligus senator asal Jatim itu pernah menjadi anggota Exco PSSI 2011-2015. Lalu, ketua umum Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI)– di masa dualisme PSSI.
Kemudian menjabat Wakil Ketua Umum PSSI periode 2013-2015. Pada periode tersebut, LaNyalla juga menjabat sebagai Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sepak Bola Indonesia.
Saat menjabat Ketua BTN Sepak Bola Indonesia, pria kelahiran Jakarta dan besar di Surabaya itu sukses membawa Timnas U-19 menjuarai Piala AFF U-19 2013. Saat itu, pelatih Timnas Indonesia U-19 adalah Indra Sjafri. Selanjutnya, LaNyalla menjabat Ketua Umum PSSI dari tahun 2015 hingga 2016.
“Karena Pak Nyalla bukan orang baru di PSSI, maka fokus dan konsentrasi beliau tetap bagi kepentingan nasional, bagi kemandirian klub, dan transparansi lembaga itu sendiri,” imbuhnya.
Pada periode kepemimpinan LaNyalla di tahun 2015-2016, PSSI baru saja dijatuhi sanksi oleh Menpora Imam Nahrawi akibat kebijakan PSSI soal hasil rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak meloloskan Arema Malang dan Persebaya Surabaya ke liga.
Pembekuan tersebut nyatanya membuat PSSI mengalami masalah pendanaan. Namun LaNyalla muncul sebagai pahlawan yang menyelamatkan finansial di tubuh PSSI.
Alhasil, PSSI sudah tidak lagi pusing dengan pendanaan. LaNyalla memberikan suntikan dana ke PSSI dan paling banyak diturunkan untuk Liga.
Tak hanya itu, LaNyalla juga menjadi pahlawan bagi Timnas Indonesia, ketika skuad Garuda tak bisa main, gaji dan operasional staff PSSI tak dibiayai oleh pemerintah, ia pun menutupinya.
Di tengah konflik tersebut, La Nyalla diterpa kasus korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2011 – 2014 saat menjadi Ketua Kadin Jatim. Ia kemudian ditetapkan tersangka. Dan kemudian dinyatakan bebas dan tidak bersalah.
“Beliau telah mengalami pahit getirnya era sepak bola di Indonesia. Beliau sudah mengalami keterpurukkan dan memulai PSSI dengan kebaikan,” tuntas Zia Ulhaq.
Sementara itu, Sekretaris Persela Lamongan, Mudji Santoso, mengatakan keinginan LaNyalla memajukan sepak bola Tanah Air agar tumbuh mandiri dan berkembang serta industri sepak bola tumbuh merupakan gagasan yang bagus.
Apalagi, setelah Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang, hal itu menjadi momentum untuk industri sepak bola berbenah. Terutama soal SOP (Standar Operating Procedure) harus lebih diperjelas.
“Industri sepak bola pada dasarnya adalah bagaimana sepak bola sebagai sebuah event mampu menguntungkan semua pihak yang terlibat mulai dari pemain, panitia pelaksana, klub, hingga penikmat sepak bola sebagai sebuah tontonan.,” ucap Mudji.
“Klub juga bisa memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan berbagai aset yang dimiliki seperti penjualan pemain, penjualan tiket pertandingan, penjualan berbagai merchandise dan untuk menarik minat investor atau perusahaan swasta agar mau memberikan dana promosinya,” katanya.
“Sejauh ini kita masih jauh dari hal tersebut, namun di bawah kepemimpinan Pak Nyalla, saya yakin semua itu akan terwujud. Karena saya percaya Pak Nyalla adalah sosok pemimpin yang tegas, jujur dan berani,” sambungnya.
Sebelumnya, Mudji menyebut LaNyalla ibarat mimpi sosok pemimpin PSSI yang belum terwujud hingga saat ini. Oleh sebab itu, Mudji menyebut Persela Lamongan sudah menyatakan dukungan kepada La Nyalla.
“Bisa diibaratkan, beliau itu merupakan mimpi sepak bola Tanah Air untuk jadi pemimpin PSSI yang hingga kini belum terwujud. Saatnya mimpi itu datang. Maka dari itu Persela mantap akan bersama pak Nyalla,” tuntasnya. (*)
