Dipantau Kementan, Stok Beras Riau Aman Hingga Panen Raya
RIAU – Stok beras di Provinsi Riau dipastikan aman hingga tiga bulan ke depan, atau hingga panen raya berlangsung. Hal tersebut diketahui setelah Kementerian Pertanian menurunkan tim untuk memantau ketersediaan beras dan sembako di berbagai provinsi di Indonesia, salah satunya Riau.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan tim yang dibentuk Kementan turun langsung memantau kondisi bahan pokok di lapangan.
“Kementerian Pertanian melakukan pemantauan guna memastikan ketersediaan bahan pokok tercukupi selama Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023, Sekaligus untuk menjaga kestabilan harga dan mengendalikan inflasi,” tutur Mentan, Rabu (28/12/2022).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Jamil, pemantauan dilakukan dengan mengunjungi pasar-pasar rakyat.
“Dengan mengunjungi pasar rakyat, kita mendapatkan kondisi riil di lapangan,baik untuk stok maupun harga,” terangnya.
Dijelaskannya, pemantauan akan terus dilakukan hingga akhir tahun nanti.
“Kita harus pastikan masyarakat bisa mendapatkan pangan yang mereka butuhkan. Karena pertanian tidak boleh bermasalah,” ujarnya.
Tim Kementerian Pertanian sendiri melakukan pemantauan di beberapa tempat. Setelah sebelumnya memastikan ketersedian beras di pasar tani, Pekanbaru, Riau, Kali ini tim kementerian pertanian memantau langsung operasi pasar murah di Kawasan Pahawang, Kabupaten Siak, Rabu (28/12/2022).
Selain tim kementerian pertanian, Operasi pasar kali ini juga di hadiri langsung oleh gubernur Riau, Syamsuar.
Dari hasil pemantauan tersebut, dapat disimpulkan ketersedian beras dan bahan komuditas lainnya di pasaran relatif stabil. Operasi pasar ini merupakan hasil kerjasama dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Riau.
Gubernur Riau, Syamsuar berharap, kabupaten dan kota di Riau dapat menggelar kegiatan serupa untuk mengendalikan harga komoditas di pasar.
“Karena bagaimanapun kalau kita tidak kendalikan seperti ini, harga pasti tidak stabil. Ini membutuhkan perhatian dan penanganan khusus,” ujar Syamsuar.
Pada operasi pasar kali ini, masyarakat bisa mendapatkan harga beras yang relatif lebih murah dari biasanya. Untuk beras kelas medium 10 kilogram masyarakat hanya membayar Rp110 ribu, dari harga sebelumnya sebesar Rp120 ribu.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau, Syahfalepi, mengatakan ketersediaan beras kelas medium dan Premium di Riau dipasok dari sejumlah provinsi penyanggah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Bengkulu.
“Ketersediaan beras di Provinsi Riau sendiri terbilang aman dan terkendali. Beras kelas premium yang masuk ke Provinsi Riau banyak dipasok dari sejumlah provinsi penyanggah disekitar Riau,” kata Syahfalepi.
Berdasarkan Data BPS Produksi Padi dan Beras, Provinsi Riau pada tahun 2022, diperkirakan luas panen padi sebesar 54,32 ribu hektar dengan nilai produksi sebanyak 227,35 ribu ton GKG. Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras pada 2022 diperkirakan mencapai 130,48 ribu ton.
Dengan sinergi kementerian pertanian dan pemerintah provinsi Riau diharapkan tidak ada lagi kelangkaan bahan pokok sehingga seluruh kebutuhan pokok masyarakat dapat terjamin
