Pasokan Beras di Provinsi Riau Aman Hingga 3 Bulan ke Depan
RIAU – Kementerian Pertanian menurunkan tim untuk memantau ketersediaan beras dan sembako di berbagai provinsi, termasuk Riau. Hasilnya, diketahui jika pasokan beras di Riau aman hingga tiga bulan ke depan.
Pemantauan yang dilakukan Kementerian Pertanian ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tercukupi selama Perayaan Natal dan Tahun Baru 2023. Sekaligus untuk menjaga kestabilan harga maupun mengendalikan inflasi.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus diupayakan Kementan.
“Kita harus menjamin kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh ada satu orang pun yang pangannya tak terpenuhi di negeri ini,” kata Syahrul Yasin Limpo.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Jamil, mengatakan pemantauan dilakukan dengan turun langsung ke lapangan.
“Kita pantau langsung kondisi di pasar-pasar, kita lihat ketersediaan bahan pokok, khususnya beras. Kita pastikan stok mencukupi dan bisa didapat dengan harga terjangkau,” katanya.
Guna mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau menggelar bazar beras di kawasan pasar tani, Jalan kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Riau, Selasa (27/12/2022).
Sedikitnya 3 ton beras disediakan pada bazar kali ini. Untuk 10 kilogram beras kelas medium dijual dengan harga 110 ribu rupiah dari harga sebelumnya 120 ribu rupiah.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Riau, Syahfalepi mengatakan, ketersediaan beras kelas medium dan Premium di Riau dipasok dari sejumlah provinsi penyangga seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Bengkulu.
“Ketersediaan beras di Provinsi Riau sendiri terbilang aman dan terkendali. Beras kelas premium yang masuk ke Provinsi Riau banyak dipasok dari sejumlah provinsi penyangga disekitar Riau” kata Syahfalepi.
Sementara, ketersediaan beras di Provinsi Riau hingga saat ini masih terbilang tercukupi. Bahkan persedian pasokan beras di Provinsi Riau hingga kurun waktu 3 bulan ke depan masih relatih aman dan terkendali
Dari data yang dikeluarkan Bulog hingga akhir tahun ini, stok beras di Provinsi Riau sebanyak 17.320 ton, sedangkan pengeluaran Bulog setiap bulan sebanyak 4.000 sampai 4.500 ton.
Sementara itu, Berdasarkan Data BPS Produksi Padi dan Beras, Provinsi Riau pada tahun 2022, diperkirakan luas panen padi sebesar 54,32 ribu hektar dengan nilai produksi sebanyak 227,35 ribu ton GKG. Jika dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras pada 2022 diperkirakan mencapai 130,48 ribu ton.
Dengan sinergi kementerian pertanian dan instansi terkait lainnya diharapkan tidak ada kelangkaan bahan pokok sehingga seluruh kebutuhan pokok masyarakat terjamin.
