Pariwisata

Punya Potensi Pariwisata, Serdang Bedagai Ingin Seperti Banyuwangi

SUMATERA UTARA – Bukan tanpa alasan Desa Buluh Duri dipilih sebagai lokasi Visitasi Desa Wisata Buluh Duri Dalam Rangka Misi Penjualan Destinasi Prioritas untuk Pasar Nusantara di Sumatera Utara, Selasa (11/10/2022).

Desa wisata di Serdang Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), dikenal kaya akan potensi wisata alam.

Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, mengatakan akan melakukan pengembangan Desa Wisata Buluh Duri dan desa wisata di wilayahnya. Menurutnya, pengembangan akan dilakukan seperti Banyuwangi.

“Banyuwangi berhasil mengangkat potensi wisata. Ini juga yang akan kita lakukan di Serdang Bedagai, kami ingin coba amati, tiru dan modifikasi. Mereka mampu hidup dan bergairah dengan pariwisata. Kami juga saat corona menemukan banyak sekali mutiara terpendam di wilayah kami, ” tuturnya.

Dijelaskannya, dua hal penting yang harus dilakukan adalah memperkaya destinasi dengan event.
“Banyuwangi sukses karena mempunyai banyak event. Ini juga yang akan kita lakukan. Saya akan coba rumuskan dengan internal kami, kalender kalender event yang pas dan tetap yang ada di Kabupaten kami. Terima kasih kami sudah dituntun oleh Kemenparekraf, ” tuturnya.

Menurutnya, kembali lagi ke desa wisata, desa kini berlomba-lomba membangun untuk menghasilkan PAD. Tujuannya, kalau PAD sudah tercapai desa itu akan makmur.
“Saya lihat, ekonomi bangkit semuanya. Kami pasti mendukung infrastruktur, jalan, sanitasi, listrik, itu kami prioritaskan,” katanya.

Menurutnya, SDM di desa juga sudah baik, hanya tinggal mengembangkannya saja.
“Dengan desa wisata berarti kita harus membangun ekonomi baru dan mereka akan mendapatkan penghasilan. Artinya kita harus ramah, keamanannya pendatang harus terjamin, semuanya itu yang kita edukasi kita ajarkan Alhamdulillah rakyat menerima,” ujarnya.

Desa Buluh Duri sendiri berada di dalam atau berdampingan dengan wilayah lahan BUMN PTPN-III Gunung Pamela. Secara umum, Kecamatan Sipispis termasuk dataran tinggi dengan kontur tanah yang berbukit-bukit dan terletak di kaki pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian rata-rata 400-450 Meter dari atas permukaan laut.

Di kecamatan ini terdapat sebuah gunung yang dinamakan Gunung Simbolon II dan beberapa buah sungai besar dan kecil dan yang paling terkenal adalah sungai Bah Bolon dan sungai Padang yang terletak menjadi satu dengan nama Sungai Padang.

Sungai Padang ini berhulu di Kabupaten Simalungun dan bermuara di Selat Sumatera setelah melalui Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Bandar Khalifah.
Sungai Bah Bolon inilah yang mengalir di sepanjang sisi Desa Buluh Duri dan dianggap sebagai satu-satunya potensi alam yang dimiliki oleh Desa Buluh Duri.

Secara tradisional, sungai Bah Bolon dimanfaatkan sebagai sumber air dan juga sumber Tambang Bahan Galian C (pasir dan batu kali). Saat ini dua sungai tersebut sedang dikembangkan sebagai tempat wisata.

Kepala Desa Buluh Duri, Dewi Yanthi Purba, mengatakan atraksi utama desa ini adalah arung jeram yang sudah sangat dikenal.
“Desa Buluh Duri memiliki destinasi wisata unggulan berupa arung jeram (rafting), tepatnya di Dusun IV yang dialiri Sungai Bah Bolon,” terangnya.

Selain arung jeram, katanya, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam berupa Bahgula Waterfall, Green Canyon, Magic Wall, Batu Boru Manjile, dan Batu Katak, sepanjang perjalan.
Dewi mengatakan, Desa Buluh Duri masuk dalam 50 besar nominasi desa wisata terbaik ADWI tahun 2022.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *