Pertanian

Kementan Latih TNI dan Polri Penanganan PMK di Jawa Timur

SURABAYA – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang terjadi. “PMK dapat ditangani, tidak perlu panik. PMK dapat disembuhkan dengan tingkat kematian yang relatif rendah. PMK tidak membahayakan manusia, dagingnya bisa dikonsumsi dengan protokol pemotongan yang baik,” ujar SYL.

Mentan menambahkan, Kementerian Pertanian memastikan penanganan PMK terus dilakukan secara maksimal. Untuk itu Mentan SYL mengajak semua pihak turun langsung dan terlibat aktif menekan jumlah penularan kasus

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengingatkan bahwa kita semua harus bahu membahu dan berbondong bondong secara masif menanggulangi PMK di negeri ini, karena penyebaran PMK sangat cepat melalui airborne hingga radius 10 km.

Dedi menyebutkan saat ini Pemerintah juga tengah giat melakukan program vaksinasi masal di seluruh Indonesia. “ Oleh karena itu kewaspadaan dan kedisiplin kita semua memegang peranan penting dalam pencegahan penularan PMK ke tempat yang masih sehat, “ Tegas Dedi.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan vaksinasi PMK secara masif, tentunya diperlukan vaksinator yang kompeten serta dalam jumlah yang cukup.

Dibutuhkan keterlibatan semua pihak dalam menanggulangi wabah PMK. Oleh karena itu, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu – BPPSDMP bersama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mengadakan Pelatihan Vaksinator PMK Bagi Tenaga Kesehatan TNI-POLRI Jawa Timur di Hotel Grand Dafam Signature Surabaya pada Jumat (08/07/2022).

Pelatihan yang diadakan secara hybrid ini diikuti secara luring oleh 163 tenaga kesehatan POLRI dan 150 tenaga kesehatan TNI sedangkan yang mengikuti secara daring sebanyak 725 tenaga kesehatan TNI dan POLRI.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani. Dalam sambutannya, Indyah mengatakan bahwa saat ini kita membutuhkan 15,6 juta dosis untuk vaksin sapi sehingga dibutuhkan banyak tenaga tim vaksinator. “Kalau soal teknis penyuntikannya melalui intramuscular, saya yakin sudah paham semua, tetapi yang perlu diadaptasikan adalah bagaimana handling ternaknya yang nanti akan kita pelajari bersama,” ujar Indyah.

Hadir juga dalam acara pembukaan Kabid Dokkes Polda Jatim, Pabandya wanwil sterdam V Brawijaya, Ketua PDHI Jawa Timur, Ketua IDSI Jawa Timur serta Perwakilan FKH Universitas Airlangga dan serta dari FKG Universitas Brawijaya.

Fasilitator pada pelatihan ini berasal dari Widyaiswara BBPP Batu, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, PDHI Jawa Timur serta dari IDSI Jawa Timur. Setelah mengikuti pelatihan ini, nantinya para Tenaga kesehatan TNI-POLRI ini akan diperbantukan menjadi tim vaksinator PMK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *