Persiapkan Program Peningkatan SDM, Kementan Evaluasi Pelatihan di Sulawesi Selatan
SULAWESI SELATAN – Kementerian Pertanian tidak pernah berhenti melakukan peningkatan kualitas SDM pertanian. Di Sulawesi Selatan, peningkatan kualitas dilakukan dengan melakukan evaluasi pelatihan.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian.
SDM pertanian merupakan komponen penting dalam peningkatan produksi pertanian Nasional.
“Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” ujar Mentan Syahrul.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan, BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian.
“Itu berarti segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP ujar Dedi Nursyamsi.
Dedi menjelaskan tentang tiga pilar dalam peningkatan SDM pertanian.
“Pilar pertama adalah penyuluhan, pilar kedua pelatihan dan pilar yang ketiga adalah Pendidikan dan semua harus berjalan seiring dan seimbang, tiga pilar yang mengemban tugas peningkatan SDM pertanian ini untuk peningkatan produktivitas”, jelasnya.
Lebih lanjut Dedi mengungkapkan untuk mencapai produktivitas yang baik dibutuhkan SDM pertanian yang handal yaitu petani dan penyuluh, bagaimana menciptakan penyuluh dan petani dengan kualifikasi tersebut. Dan hal tersebut adalah tugas pelatihan, tugas widyaiswara dan pengelola pelatihan pertanian.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati, saat Pembukaan Serentak Evaluasi Pasca Pelatihan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (1/12/2021), menjelaskan petani dan penyuluh dapat meningkatkan kompetensinya melalui berbagai metode. Salah satunya mengikuti kegiatan online yang diselenggarakan oleh BPPSDMP yaitu Bertani on Cloud (BOC), MENTAN sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) serta Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras).
“Evaluasi pasca pelatihan ini merupakan wujud peningkatan kualitas pelatihan pertanian yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian. Hasil evaluasi ini akan menjadi masukan dan rekomendasi dalam pelaksanaan pelatihan pertanian tahun 2022,” ungkap Leli.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku Sabir menjelaskan Evaluasi Pasca Pelatihan PEN Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan pada 5 kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Bone, Kabupaten Luwu, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Gowa.
Evaluasi Pasca Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh 800 orang purnawidya.
