Pariwisata

Dinas Pariwisata NTB Siap Dukung Gelaran Lomba Triatlon HKEC

LOMBOK – Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan masyarakat Gili Meno, Lombok Utara melaksanakan ritual mandi Safar pada hari Rabu bontong (bertepatan 6 Oktober 2021) di pesisir Pantai Gili Meno.

“Ritual tahunan itu dimaksudkan sebagai ajang bersih diri bagi masyarakat untuk menyongsong harapan baru. Terutama berkaitan dengan dunia wisata di Lombok dan NTB yang mati suri karena pandemi,” kata Yusron Hadi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

Walaupun masih dalam situasi keterbatasan karena pandemi, tradisi tersebut berjalan lancar. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lombok Utara, jajaran Pemda terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku usaha wisata dan bahkan ada beberapa turis asing yang ikut serta.

Acara tersebut dimulai dengan sambutan-sambutan, selakaran, dzikir dan doa. Kemudian puncaknya adalah mandi di laut. Ritual semakin meriah karena para para tamu undangan secara bergilir dibopong ramai-ramai oleh warga untuk diceburkan ke laut.

“Ritual ini selaras dengan semangat membangun kembali destinasi yang sehat dan aman untuk dikunjungi. Juga dimaknai sebagai simbol pembersihan destinasi wisata sehingga menjadi awal bersama mempercepat pemulihan dan kebangkitan wisata di NTB,” papar Yusron.

Apalagi, lanjut Yusron, NTB akan menjadi tuan rumah beberapa event besar sehingga diperlukan kesiapan mental dan fisik masyarakatnya. Salah satu event yang akan digelar adalah perlombaan triatlon Hutama Karya Endurance Challenge (HKEC). Tri lomba yang memadukan sisi olahraga dan wisata alam ini akan berlangsung pada 15-17 Oktober dengan mengundang 100 atlet.

“Cabang renang dimulai dari Pantai Gili Air menuju Pantai Legian Sire sejauh 2 km. Menariknya, sepanjang rute peserta akan dikawal oleh grup Gendang Beleq di atas perahu untuk memberi semangat,” ucapnya.

Dari Pantai Legian Sire dilanjutkan bersepeda sejauh 100 km melintasi Kawasan Senggigi, Kota Mataram, by pass BiL (Bandara Internasional Lombok) menuju Kawasan Mandalika. Dilanjutkan dengan lari sejauh 20 km mengitari jalan kawasan Mandalika dan sirkuit Mandalika. Sedangkan lokasi finish berada di The Mandalika Square.

“Gala dinner sekaligus technical meeting berlangsung di Hotel Tugu. Sementara para atlet dan pendamping atau ofisialnya menginap di Sire, Senggigi dan juga Mandalika. Untuk closing event akan dimeriahkan oleh pentas seni dan juga pameran produk ekraf,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *