Soroti Kualitas Pelayanan Terminal di Jakarta, Achmad Azran Jadikan Kampung Rambutan sebagai Titik Evaluasi
JAKARTA — Kualitas pelayanan, kelayakan fasilitas, keselamatan penumpang, hingga efektivitas pengawasan operasional terminal menjadi perhatian Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran (Bang Azran). Melalui kunjungan pengawasan ke Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan (UPTAJ), pria yang juga Ketua DPP FORKABI mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan terminal di seluruh wilayah Jakarta, dengan Terminal Kampung Rambutan sebagai salah satu titik perhatian utama.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan beserta perubahannya. Selain melihat langsung kondisi di lapangan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi pengelola terminal dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, nyaman, dan berkeselamatan bagi masyarakat.
Bang Azran menegaskan, terminal bukan sekadar tempat naik dan turun penumpang, melainkan bagian penting dari sistem transportasi publik yang harus dikelola secara profesional. Karena itu, kualitas pelayanan dan kondisi fasilitas terminal perlu menjadi perhatian berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi persoalan.
“Terminal merupakan wajah pelayanan transportasi publik. Masyarakat berhak mendapatkan fasilitas yang layak, lingkungan yang aman dan nyaman, serta kepastian bahwa angkutan yang mereka gunakan memenuhi ketentuan keselamatan. Karena itu, pengelolaan terminal harus terus dievaluasi agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Bang Azran.
Menurut dia, perhatian terhadap Terminal Kampung Rambutan perlu ditempatkan dalam kerangka evaluasi yang lebih luas terhadap seluruh terminal di Jakarta. Berbagai aspek harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari kondisi sarana dan prasarana, pemenuhan standar pelayanan, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, hingga ketertiban operasional kendaraan dan angkutan umum.
Pengawasan terhadap kelaikan kendaraan, kelengkapan administrasi pengemudi, kepatuhan terhadap jadwal, serta upaya mencegah angkutan beroperasi di luar terminal resmi juga menjadi aspek penting. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa transportasi.
“Jangan sampai kita hanya melihat satu terminal, sementara persoalan yang sama mungkin juga terjadi di terminal lain. Kampung Rambutan menjadi salah satu titik untuk menggali kondisi faktual, tetapi hasil pengawasan ini harus bisa memberikan gambaran yang lebih luas mengenai penyelenggaraan terminal di Jakarta,” katanya.
Bang Azran juga menyoroti pentingnya koordinasi antara pengelola terminal, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan operator angkutan. Menurutnya, pelayanan terminal yang optimal tidak cukup hanya mengandalkan pengelola di lapangan, tetapi membutuhkan dukungan regulasi, pembiayaan, kelembagaan, serta pembagian tanggung jawab yang jelas.
Di sisi lain, pengembangan konektivitas antarmoda perlu terus diperhatikan agar terminal dapat terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat, meningkatkan efisiensi perjalanan, dan memperkuat peran terminal sebagai simpul transportasi perkotaan.
Dalam audiensi tersebut, dihadiri Kasatlak Operasional UPTAJ Sigit Priebadi bersama tim. Pertemuan juga dihadiri jajaran Kantor DPD RI Provinsi DKI Jakarta.
Bang Azran berharap, informasi dan masukan yang dihimpun dalam kunjungan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan tata kelola terminal secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan terminal harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama dalam aspek keselamatan, kenyamanan, kemudahan akses, dan kepastian pelayanan.
“Orientasi akhirnya adalah kepentingan masyarakat. Terminal harus berfungsi sebagaimana mestinya, fasilitasnya terawat, pengawasannya berjalan, dan pelayanannya memenuhi standar. Dengan evaluasi yang konsisten dan koordinasi yang baik, kita berharap kualitas terminal di Jakarta semakin meningkat,” tutup Bang Azran.(*)
