Ekonomi & BisnisInternasionalPolitik

HUT DPD RI ke-22, Bang Azran: Kebanggaan Menjadi Bagian dari Perjuangan Daerah

JAKARTA — Dua puluh dua tahun perjalanan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana aspirasi daerah mendapat tempat dalam perjalanan pembangunan nasional. Bagi Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran (Bang Azran), menjadi bagian dari lembaga yang membawa suara daerah ke tingkat nasional merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

“Menjadi bagian dari DPD RI adalah kebanggaan, tetapi sekaligus tanggung jawab. Karena yang kita bawa bukan hanya kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan suara masyarakat dan daerah yang kita wakili,” kata Bang Azran, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, keberadaan DPD RI memiliki arti strategis dalam menjaga agar pembangunan nasional tidak kehilangan perspektif daerah. Indonesia terlalu besar dan terlalu beragam untuk dikelola hanya dengan melihat persoalan dari satu sudut pandang.

“Setiap daerah memiliki karakter, potensi dan persoalannya sendiri. Tugas kita adalah memastikan semua itu tersambung dengan kebijakan nasional. Daerah harus didengar, bukan sekadar disebut,” ujarnya.

Bang Azran berharap memasuki usia ke-22, DPD RI semakin kuat dalam menjalankan mandat konstitusionalnya. Tidak hanya menjadi tempat menyampaikan aspirasi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi yang benar-benar memberi pengaruh terhadap arah pembangunan.

Baginya, perjuangan daerah tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai upaya mendapatkan porsi pembangunan. Lebih dari itu, memperjuangkan daerah berarti memastikan setiap potensi lokal dapat menjadi kekuatan bagi kemajuan Indonesia.

“Kalau daerah maju, Indonesia maju. Karena itu, membangun daerah pada dasarnya adalah membangun Indonesia. Tidak ada Jakarta tanpa daerah, tidak ada Indonesia tanpa seluruh daerah yang menopangnya,” kata Bang Azran.

Ia juga berharap DPD RI ke depan semakin dekat dengan masyarakat. Penyerapan aspirasi, kunjungan kerja dan berbagai agenda kelembagaan harus berujung pada kerja nyata dan penyelesaian persoalan, bukan berhenti sebagai dokumentasi kegiatan.

Menurut Bang Azran, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan lembaga perwakilan yang mampu membaca persoalan secara lebih utuh. Pemerataan ekonomi, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lapangan kerja, penguatan sumber daya manusia hingga perlindungan karakter dan kebudayaan daerah harus menjadi bagian dari perhatian bersama.

“Ukuran keberhasilan kita bukan seberapa sering kita berbicara atas nama rakyat, tetapi seberapa jauh suara itu mampu menjadi perubahan. Masyarakat ingin melihat hasil, bukan hanya mendengar janji,” tuturnya.

Bang Azran menilai 22 tahun perjalanan DPD RI juga menjadi bagian dari perjalanan demokrasi Indonesia dalam memberikan ruang yang lebih kuat bagi kepentingan daerah. Karena itu, momentum ulang tahun harus menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen, bukan sekadar seremoni.

“Harapan saya, DPD RI semakin kuat, semakin dipercaya masyarakat dan semakin efektif memperjuangkan kepentingan daerah. Kita ingin masyarakat bangga karena memiliki wakil yang benar-benar hadir, mendengar dan bekerja untuk mereka,” ujarnya.

“Selamat HUT ke-22 DPD RI. Semoga pengabdian ini terus menjadi bagian dari ikhtiar besar membangun masyarakat daerah dan Indonesia yang lebih maju, adil dan sejahtera,” pungkas Bang Azran.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *