Dua Musibah Laut, Dua Tangis Kemanusiaan: Bang Azran Ajak Masyarakat Kirim Doa
JAKARTA — Laut kembali menyisakan kesedihan. Dalam waktu yang berdekatan, dua musibah terjadi di perairan Indonesia. Kapal Virgo Transport 8 yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di Laut Jawa, sementara di Selat Sunda, lima jurnalis bersama tiga awak kapal masih dalam pencarian setelah hilang kontak ketika menjalankan tugas jurnalistik di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum DPP FORKABI, Achmad Azran atau Bang Azran, menyampaikan duka cita dan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk sejenak menundukkan kepala, mengirimkan doa bagi mereka yang telah menjadi korban, sekaligus mendoakan mereka yang hingga kini masih belum ditemukan.
“Kadang kita baru menyadari betapa rapuhnya kehidupan ketika sebuah perjalanan yang dimulai dengan biasa saja tiba-tiba berubah menjadi penantian panjang. Ada keluarga yang semula mengantar dengan lambaian tangan, tetapi kini menunggu dengan air mata. Ada telepon yang tidak lagi berdering, ada pintu rumah yang masih terbuka, dan ada harapan yang tidak pernah berhenti menunggu seseorang pulang,” ujar Bang Azran.
Kecelakaan Virgo Transport 8 menjadi duka bagi banyak keluarga. Kapal tersebut membawa penumpang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin ketika mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Tim SAR terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap para korban.
“Untuk keluarga para penumpang, kami ikut merasakan kesedihan yang tidak mungkin mudah dijelaskan dengan kata-kata. Bagi mereka yang telah berpulang, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Bagi yang masih dalam pencarian, jangan pernah berhenti berharap. Semoga masih ada keajaiban yang membawa mereka kembali kepada keluarga,” kata Bang Azran.
Kesedihan yang sama juga dirasakan keluarga lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian di Perairan Selat Sunda. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal, bersama tiga awak kapal yang ikut dalam perjalanan tersebut.
Bagi Bang Azran, hilangnya para jurnalis tersebut memiliki kesedihan tersendiri bagi dunia pers. Mereka berangkat bukan untuk mencari bahaya, melainkan menjalankan tugas untuk menghadirkan informasi kepada masyarakat.
“Jurnalis berangkat membawa kamera, membawa catatan, membawa tanggung jawab profesi. Mereka pergi untuk mencari berita agar masyarakat tahu apa yang terjadi. Tetapi hari ini, kita semua justru sedang menunggu berita tentang mereka. Semoga kabar yang datang bukan kabar kehilangan, melainkan kabar bahwa mereka ditemukan dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga,” tuturnya.
Bang Azran memberikan penghormatan kepada seluruh personel SAR, TNI, Polri, relawan, nelayan, masyarakat pesisir, serta seluruh pihak yang tidak mengenal lelah melakukan pencarian. Menurutnya, setiap menit yang digunakan untuk mencari adalah menit yang sangat berarti bagi keluarga yang menunggu.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi, terutama mengenai kondisi para jurnalis yang masih dalam pencarian. Menurutnya, keluarga korban membutuhkan kepastian, bukan spekulasi.
“Jangan menambah luka keluarga dengan kabar yang belum pasti. Biarkan tim SAR bekerja, biarkan informasi datang dari sumber yang berwenang. Tugas kita sekarang adalah mendoakan dan memberi dukungan,” katanya.
Sebagai Ketua Umum DPP FORKABI, Bang Azran juga mengajak seluruh keluarga besar FORKABI dan masyarakat Betawi untuk bersama-sama mengirimkan doa bagi para korban serta keluarga yang tengah menghadapi masa paling berat.
“Di balik setiap nama yang disebut dalam berita, ada manusia. Ada ayah, ibu, suami, istri, anak, saudara dan sahabat. Karena itu, jangan melihat musibah ini hanya sebagai angka. Rasakan bahwa ada keluarga yang sedang menunggu dengan hati yang berdebar dan mata yang mungkin tak berhenti menangis,” ucapnya.
Ia berharap seluruh proses pencarian dapat berjalan maksimal dan seluruh korban yang masih hilang segera ditemukan.
“Semoga Allah SWT menguatkan keluarga yang sedang kehilangan. Semoga mereka yang telah berpulang mendapat tempat yang mulia. Dan untuk saudara-saudara kita yang masih dicari, semoga laut segera mengembalikan mereka kepada orang-orang yang mencintainya,” ujar Bang Azran.
“Karena pada akhirnya, setelah semua berita selesai ditulis dan semua angka dicatat, yang paling ditunggu oleh sebuah keluarga hanyalah satu hal: orang yang mereka cintai pulang ke rumah,” tutupnya.(*)
