Daerah

Fachri Wirayuda: Di Bawah Kepemimpinan Bang Azran, FORKABI Bertransformasi Menjadi Aktor Sosial Jakarta

JAKARTA – Sekretaris Lembaga Kesatuan Bangsa dan Politik (LKBP) DPP FORKABI, Fachri Wirayuda, menegaskan kepemimpinan Ketua Umum DPP FORKABI, Achmad Azran (Bang Azran), menjadi momentum penting bagi transformasi organisasi agar lebih adaptif menghadapi tantangan masyarakat perkotaan sekaligus mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan Jakarta.

Menurut Fachri, Jakarta sebagai kota metropolitan terus mengalami perubahan akibat urbanisasi, perkembangan ekonomi, dan modernisasi. Kondisi tersebut membuat masyarakat Betawi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, FORKABI tidak cukup hanya menjadi organisasi pelestari budaya, tetapi juga harus berkembang menjadi organisasi modern yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

“Kepemimpinan Bang Azran merupakan tonggak baru bagi FORKABI untuk bertransformasi dari organisasi yang terjebak pada romantisme mobilisasi massa menjadi pusat kaderisasi, kawah candradimuka, dan mitra strategis pemerintah daerah. Di era disrupsi, organisasi tidak lagi diukur dari besarnya massa yang dimiliki, melainkan dari kemampuannya membangun peradaban yang lebih baik bagi masyarakat Betawi,” kata Fachri Wirayuda, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, transformasi FORKABI diarahkan pada penguatan kelembagaan, profesionalisasi manajemen organisasi, digitalisasi administrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan sistem kaderisasi yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin Betawi yang berkualitas dan siap menghadapi perubahan zaman.

Menurut Fachri, identitas budaya Betawi harus menjadi fondasi utama, namun tidak boleh berhenti sebagai simbol. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui program-program konkret seperti pendidikan kader, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelatihan keterampilan, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, hingga advokasi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat Betawi.

“Organisasi harus hadir memberi manfaat yang nyata. Budaya adalah identitas, tetapi kebermanfaatan adalah ukuran relevansi organisasi di tengah masyarakat. FORKABI harus mampu menjadi ruang pengabdian sekaligus mitra strategis dalam pembangunan Jakarta,” ujarnya.

Fachri juga menilai generasi muda harus menjadi bagian penting dari arah baru FORKABI. Menurutnya, anak muda Betawi yang akrab dengan teknologi, kreativitas, dan ekonomi digital perlu diberi ruang lebih luas untuk berpartisipasi sebagai penggerak inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Betawi.

“Di bawah kepemimpinan Bang Azran, FORKABI membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda agar mereka tidak hanya menjadi penerus organisasi, tetapi menjadi pelaku perubahan yang mampu memperkuat identitas Betawi sekaligus menjawab tantangan Jakarta modern,” tutup Fachri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *