Nasional

Indonesia–Illinois Perkuat Kerja Sama Ekonomi, dari Kedelai hingga Teknologi

Chicago, 7 Agustus 2026 — Hubungan ekonomi Indonesia dengan Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat, memasuki babak baru setelah Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Bagian Illinois menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.

MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI, Grata Endah Werdaningtyas, bersama Gubernur Illinois JB Pritzker di Kantor Gubernur Illinois, Chicago, Jumat, 7 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Grata didampingi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo, Konsul Jenderal RI di Chicago Trisari Dyah Paramita, serta jajaran terkait lainnya.

Kerja sama ini mencakup sejumlah bidang yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan bersama, mulai dari pertanian, khususnya kedelai, energi bersih, layanan kesehatan, manufaktur maju, hingga teknologi.

Bagi Indonesia, kerja sama dengan Illinois memiliki arti penting karena negara bagian tersebut merupakan salah satu pusat ekonomi dan industri di Amerika Serikat sekaligus negara bagian penghasil kedelai terbesar di negeri tersebut. Peluang ini dapat dikembangkan tidak hanya dalam perdagangan komoditas, tetapi juga melalui hilirisasi produk kedelai bernilai tambah tinggi.

Melalui Illinois Soy Excellent Center, kerja sama dapat diarahkan pada pengembangan berbagai produk turunan kedelai, antara lain minyak pelumas berbasis nabati, pelapis makanan untuk memperpanjang masa simpan, bahan baku bioplastik, tinta ramah lingkungan, bahan perekat industri, hingga produk pangan inovatif berbasis protein kedelai.

Kerja sama tersebut juga memiliki landasan ekonomi yang kuat. Pada 2024, nilai ekspor Illinois ke Indonesia tercatat lebih dari 715 juta dolar AS, sementara total perdagangan bilateral kedua pihak mendekati 1,7 miliar dolar AS. Angka tersebut menunjukkan besarnya ruang untuk memperluas hubungan perdagangan dan investasi Indonesia dengan Illinois.

Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo mengatakan, penandatanganan MoU ini perlu segera diterjemahkan menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Yang penting dari MoU ini adalah bagaimana kita segera menerjemahkannya menjadi kerja sama yang konkret, baik di sektor industri, teknologi, mineral kritis maupun hilirisasi kedelai. Kita ingin hubungan Indonesia dan Illinois tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi menghasilkan kegiatan dan peluang nyata bagi dunia usaha dan masyarakat kedua pihak,” ujar Indroyono.

Sejumlah peluang tindak lanjut telah diidentifikasi, di antaranya kerja sama antara Leeco Steel dan Krakatau Steel untuk memproduksi berbagai produk industri baja. Selain itu, terbuka peluang kolaborasi Indonesia dengan Argonne National Laboratory dalam bidang mineral kritis dan logam tanah jarang, serta pengembangan hilirisasi produk kedelai yang melibatkan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah RI dengan Small Business Center Negara Bagian Illinois.

Kerja sama Indonesia–Illinois juga tidak hanya berorientasi pada perdagangan dan industri. Bidang pendidikan menjadi bagian penting dari kemitraan tersebut. Saat ini sejumlah mahasiswa Indonesia tengah menempuh pendidikan magister dan doktoral di University of Chicago, University of Illinois, dan Northwestern University, termasuk melalui dukungan beasiswa LPDP.

Kolaborasi pendidikan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan inovasi antara Indonesia dan Illinois.

Nota kesepahaman antara Indonesia dan Negara Bagian Illinois tersebut berlaku selama lima tahun ke depan. Dalam periode tersebut, berbagai inisiatif kolaboratif diharapkan terus dikembangkan sehingga kerja sama subnasional ini dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, inovasi, pengembangan industri, serta pembangunan sumber daya manusia.

Penandatanganan MoU Indonesia–Illinois sekaligus menunjukkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat diperkuat tidak hanya melalui hubungan antarpemerintah pusat, tetapi juga melalui kemitraan langsung dengan pemerintah negara bagian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *