Tim Indonesia Raih Juara III Dunia pada Kompetisi CanSat 2026 di Amerika Serikat
Monterey, Virginia, Amerika Serikat, 7 Juni 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Indonesia di kancah internasional. Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) berhasil meraih Juara III Dunia pada kompetisi CanSat 2026, mengungguli 40 tim peserta dari berbagai negara.
Pada pelaksanaan misi yang berlangsung pada Minggu, 7 Juni 2026, tim Indonesia sukses menerbangkan payload hasil rancangan mereka menggunakan roket hingga mencapai ketinggian 714 meter. Setelah bahan bakar roket habis, payload terbuka dan mulai melakukan manuver penurunan menggunakan sistem paralayang. Menjelang pendaratan, parasut kedua mengembang untuk mengurangi kecepatan sehingga payload dapat mendarat dengan aman.
Keberhasilan misi ditandai dengan utuhnya telur yang dibawa sebagai bagian dari simulasi muatan sensitif. Selama proses penurunan, berbagai sensor pada payload berhasil merekam data ketinggian, posisi geografis berbasis Global Positioning System (GPS), serta tekanan udara. Seluruh data dan rekaman dari dua kamera onboard dikirim secara real-time ke pusat komando yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi pendaratan.
Tim Bamantara EEPISAT terdiri atas Adam Kandias, Rafida Azis Al Habib, Ax’l Nurrahim, Lintang Arum Sari, Fatma Aliea Wibowo, Muhammad Tsaqif Mukhayyar, Muhammad Rizky, Immanuel Valentino Wibowo, Tsania Zahira Soffa, dan Callista Salsabila Sugianto. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kedirgantaraan yang mampu bersaing di tingkat global.
CanSat merupakan kompetisi internasional yang menantang mahasiswa untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan satelit mini berukuran kaleng minuman 350 mililiter. Peserta dituntut mengintegrasikan berbagai subsistem satelit, mulai dari komunikasi, sensor, sumber daya listrik, hingga sistem pemulihan menggunakan parasut. Kompetisi ini memberikan pengalaman nyata mengenai siklus lengkap misi satelit, mulai dari perancangan hingga peluncuran.
Kompetisi CanSat diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) bekerja sama dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA). Sejak pertama kali digelar pada tahun 1999, ajang ini telah menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi bagi mahasiswa di bidang teknologi ruang angkasa.
Prestasi Tim Bamantara EEPISAT tahun ini melanjutkan rekam jejak gemilang Indonesia di ajang yang sama. Pada CanSat USA 2022, tim dari PENS berhasil meraih Juara III Dunia. Setahun kemudian, pada CanSat USA 2023 di Blacksburg, Virginia, tim tersebut meningkatkan pencapaiannya dengan meraih Juara II Dunia. Konsistensi prestasi ini menunjukkan bahwa inovasi dan kompetensi anak muda Indonesia mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara seperti India, Turki, Meksiko, Polandia, dan Argentina.
Keberhasilan ini tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga membuka peluang lahirnya berbagai inovasi dan startup teknologi kedirgantaraan berbasis CanSat di Indonesia. Saat ini, Tim Bamantara EEPISAT juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi peluncuran roket internasional di Jerman pada tahun 2027.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian para mahasiswa tersebut.
“Semangat berinvensi dan berinovasi anak-anak muda Indonesia perlu terus dipelihara, ditingkatkan, dan ditularkan kepada generasi muda lainnya. Masa depan bangsa berada di tangan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing dengan generasi terbaik dari seluruh dunia,” ujar Indroyono Soesilo.
Prestasi Tim Bamantara EEPISAT menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan inovasi, memperkuat kapasitas teknologi nasional, serta berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tingkat global.(*)
