Bang Azran Apresiasi Penurunan RW Kumuh di Jakarta: Bukti Kerja Nyata Harus Dilanjutkan dengan Kebijakan yang Berkeadilan
JAKARTA— Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran, memberikan apresiasi atas penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta sebagaimana disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menurutnya, capaian penurunan sebesar 52,58 persen tersebut merupakan indikator positif bahwa penataan kawasan dan peningkatan kualitas lingkungan warga mulai menunjukkan hasil nyata.
Namun demikian, Pria yang biasa disapa Bang Azran menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh hanya berhenti pada angka statistik semata. Ia mengingatkan bahwa substansi utama dari pembangunan kota adalah menghadirkan rasa aman, sehat, dan bermartabat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah padat dan rentan.
“Penurunan jumlah RW kumuh adalah langkah baik yang patut diapresiasi. Tetapi yang lebih penting adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan perubahan kualitas hidupnya, mulai dari akses air bersih, sanitasi, ruang tinggal yang layak, hingga kepastian ekonomi keluarga,” ujar Achmad Azran.
Pria asli Betawi itu juga menilai bahwa persoalan kawasan kumuh di Jakarta tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan fisik dan pembangunan infrastruktur semata. Dibutuhkan pendekatan sosial yang berkelanjutan, termasuk pemberdayaan ekonomi warga, pendidikan lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga wilayahnya.
Menurut Achmad Azran, pemerintah daerah perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, DPR RI, DPD RI, dunia usaha, dan komunitas warga agar program penataan kampung berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan ketimpangan baru.
“Jakarta membutuhkan pembangunan yang manusiawi. Jangan sampai penataan kota justru membuat masyarakat kecil merasa tersisih dari ruang hidupnya sendiri. Karena itu, kebijakan harus berpihak kepada rakyat dan melibatkan warga sebagai bagian dari solusi,” tegasnya.
Sebagai anggota DPD RI/MPR RI yang mewakili masyarakat DKI Jakarta, Achmad Azran menyatakan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu perkotaan, khususnya terkait hunian layak, pengentasan kemiskinan kota, pengelolaan lingkungan, dan kualitas pelayanan publik.
Ayah empat anak dan tiga cucu itu berharap capaian penurunan RW kumuh dapat menjadi momentum untuk memperkuat agenda pembangunan Jakarta yang inklusif dan berkeadilan sosial bagi seluruh warga.
“Jakarta bukan hanya tentang gedung tinggi dan pembangunan besar. Jakarta adalah tentang manusia dan kualitas hidup warganya. Pemerintah harus hadir memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” tutup Achmad Azran.
