Refleksi 12 Tahun TransJakarta: Simbol Transformasi, Pelayanan Publik, dan Kebanggaan Warga Ibu Kota
JAKARTA— Memperingati hari jadi TransJakarta yang ke-12, Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran yang akrab disapa Bang Azran, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi mendalam atas konsistensi dan dedikasi TransJakarta.
Kata pria asli Betawi itu terutama TransJakarta dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin maju, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam pernyataannya, Bang Azran menilai bahwa perjalanan 12 tahun TransJakarta bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah proses panjang yang mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam membangun sistem transportasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan.
“Selama lebih dari satu dekade, TransJakarta telah berkembang dari sekadar solusi transportasi menjadi simbol transformasi Jakarta. Ia menghadirkan harapan baru bagi mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang lebih tertib, modern, dan manusiawi,” ujar Bang Azran.
Bang Azran juga memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran manajemen dan petugas TransJakarta yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, dedikasi para pekerja di lapangan merupakan fondasi utama yang menjadikan TransJakarta terus dipercaya oleh publik.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dinilai berhasil menjaga kesinambungan pembangunan sektor transportasi publik sekaligus mendorong berbagai inovasi layanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kepemimpinan yang responsif dan kolaboratif sangat terlihat dalam upaya meningkatkan kualitas layanan TransJakarta. Hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan Jakarta berjalan dengan arah yang jelas, berpihak kepada masyarakat, dan berorientasi pada masa depan,” tuturnya.
Dalam perspektif kebangsaan, Bang Azran menegaskan bahwa keberhasilan TransJakarta juga memiliki makna strategis sebagai contoh praktik baik (best practice) transportasi publik di Indonesia. Ia berharap model pengelolaan dan inovasi yang dilakukan dapat terus ditingkatkan dan bahkan direplikasi di berbagai daerah lain.
Sebagai putra asli Betawi, Bang Azran turut menyampaikan kebanggaan emosional terhadap kemajuan Jakarta yang tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal.
“Kite orang Betawi ngerasain banget perubahan ini. Jakarta makin modern, tapi tetap hangat dan bersahabat. TransJakarta bukan cuma alat transportasi, tapi juga bagian dari denyut kehidupan warga. Dari pagi sampai malam, dari pekerja sampai pelajar, semua disatukan dalam perjalanan yang sama,” ungkapnya dengan penuh kehangatan.
Bang Azran juga menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi antara pemerintah, operator, dan masyarakat. Ia meyakini bahwa keberlanjutan TransJakarta sangat ditentukan oleh sinergi semua pihak, termasuk partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan dan merawat fasilitas publik.
“Ke depan, saya berharap TransJakarta terus melakukan penguatan layanan, baik dari sisi armada, teknologi, integrasi antarmoda, maupun kenyamanan pengguna. Dengan demikian, TransJakarta akan semakin menjadi pilihan utama dan kebanggaan warga Jakarta,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Bang Azran menyampaikan optimisme bahwa TransJakarta akan terus berkembang menjadi sistem transportasi kelas dunia yang mencerminkan identitas Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Sekadar informasi pembaca, Achmad Azran atau yang akrab disapa Bang Azran dikenal sebagai figur publik yang memadukan kecerdasan intelektual dengan keanggunan sikap. Ia tampil elegan dalam menyampaikan gagasan, namun tetap membumi dan dekat dengan masyarakat. Sebagai putra asli Betawi, Bang Azran memiliki kepekaan sosial dan kultural yang kuat, sehingga setiap pernyataannya terasa autentik, hangat, dan mampu merangkul berbagai kalangan. Gaya komunikasinya yang santun, inklusif, dan penuh pertimbangan menjadikannya sosok yang dihormati sekaligus dicintai.
