Nasional

Anggaran Dipangkas 62,5 Persen, DPUPKP Prioritaskan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

INDOPOSTNEWS.COM, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) menyiapkan alokasi untuk 58 titik pekerjaan yang saat ini masih dalam proses survei dan uji kelayakan. Rinciannya meliputi 19 lokasi peningkatan saluran irigasi dan 29 lokasi rehabilitasi jaringan.

Kepala Bidang SDA DPUPKP Sleman, Muhamad Nurrochmawardi, ST, MM, mengatakan dalam penyusunan perencanaan 2025–2026, DPUPKP Sleman menerapkan skala prioritas, khususnya pada jaringan irigasi tersier dan sekunder. Fokus utama diarahkan pada kegiatan pemeliharaan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

“Kami tetap prioritaskan pemeliharaan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah dan dampak yang lebih besar. Untuk yang sudah diswakelolakan oleh masyarakat, tinggal kami tambahi saja,” ujar Muhamad Nurrochmawardi, Sabtu (7/3/2026).

Adapun perbaikan dan peningkatan saluran irigasi tersebut, lanjutnya, ditetapkan berdasarkan ketersediaan detail engineering design (DED). Menurutnya, keberadaan DED menjadi syarat utama sebelum pengalokasian anggaran dalam APBD.

“Kalau DED sudah ada, itu menjadi prioritas pekerjaan kami. Kalau ada usulan baru untuk perbaikan atau peningkatan, perlu dibuatkan rencana dulu. Tidak bisa langsung dianggarkan dan dilelang,” kata Nurrochmawardi.

Dia menjelaskan peningkatan saluran irigasi dilakukan karena sebagian besar saluran masih berupa tanah. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebocoran air sehingga suplai air ke lahan pertanian menjadi tidak optimal.

“Nantinya saluran irigasi ini kalau tidak dibeton, akan dibuat pasangan batu yang saling mengait agar lebih kuat dan efisien,” katanya.

Untuk pekerjaan peningkatan saluran irigasi, DPUPKP Sleman menargetkan proses lelang dimulai sejak Februari 2026. Kontrak pekerjaan direncanakan berlangsung pada April. Sementara pembangunan fisik bisa dimulai Mei 2026.

Hingga kini, Nurrochmawardi menyebut baru sekitar 20 persen hingga 30 persen saluran irigasi di Sleman yang telah berstruktur beton. Untuk mencapai kondisi ideal tentu membutuhkan waktu panjang. Terlebih di tengah kebijakan pemangkasan anggaran.

“Anggaran Bidang SDA turun Rp 16 miliar. Saat ini kami hanya memiliki Rp 13 miliar dan itu sudah harus mencukupi seluruh program yang ada,” ujar pria yang akrab disapa Kelik ini.

Selain itu, DPUPKP Sleman juga akan melaksanakan rehabilitasi lima talud pada tahun anggaran 2026.

Diungkapkannya, keputusan memprioritaskan kegiatan pemeliharaan infrastruktur menyusul pemangkasan anggaran hingga 62,5 persen pada Tahun Anggaran 2026.

“Anggaran keseluruhan dipangkas 62,5 persen. Jadi untuk tahun anggaran 2026 ini semua kegiatan dikurangi dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Nurrochmawardi.

Pihaknya juga tengah mengajukan pembangunan satu embung. Namun, rencana tersebut masih menunggu regulasi serta proses perizinan tanah kas desa (TKD) di tingkat kelurahan.

“Masih berproses di kelurahan untuk izin TKD-nya,” katanya.

Nurrochmawardi mengakui pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap perencanaan program. Namun pihaknya tetap berupaya agar alokasi yang tersedia dapat direalisasikan secara optimal.

“Dengan pemangkasan sebesar itu, mau tidak mau kami harus berjuang bagaimana caranya agar anggaran yang ada tetap bisa direalisasikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *