Pertanian

Kampus Sebagai Produksi Tunas Bangsa Harus Merdeka Korupsi

Jakarta – Praktek korupsi di dunia Perguruan Tinggi Negeri yang di bawah naungan Menteri Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim semakin mengkhawatirkan. Sudah ada dua perguruan tinggi negeri yang disambangi oleh penegak hukum, pertama Rektor Universitas Lampung (UNILA) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap penerimaan mahasiswa baru tahun 2022, kedua, Kampus Universitas Udayana (UNUD) Bali dilakukan penggeledahan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Bali karena ada indikasi penyelewengan Dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru Universitas Udayana melalui jalur mandiri pada tahun 2018/2019 dan 2022/2023, selasa (25/10).

DPP Pandawa Nusantara melihat fenomena ini bukan saja mencoreng dunia Pendidikan tetapi sebagai langkah kemunduran dunia pendidikan di Indonesia. Dunia pendidikan seharusnya sebagai tempat memproduksi tunas bangsa yang berintegritas, bermoral, dan bedaya saing bukan untuk ajang meraup keuntungan dan kesejahteraan bagi oknum-oknum pejabat perguruan tinggi.

“Lebih lanjut, DPP Pandawa Nusantara melihat bahwa beberapa kasus penyelewengan dana pendidikan yang bermunculan merupakan fenomena gunung es, dimana hanya terungkap dipermukaan saja, namun sesungguhnya jauh lebih banyak yang belum terlihat namun sangat dapat dirasakan. Oleh karena itu, kami meminta kepada Menteri Nadiem untuk bertindak tegas dan cepat untuk mengatasi hal ini. Selain itu, jargon Menteri Nadiem tentang konsep Kampus Merdeka diimplementasikan secara komprehensif, bukan hanya menuntut mahasiswa untuk merdeka belajar, tetapi kampus juga harus merdeka korupsi.

“DPP Pandawa Nusantara meminta kepada lembaga penegak hukum KPK, Kejaksaan dan Polri sepenuhnya hadir dan serius untuk mendalami persoalan langkah penegakan hukum terhadap kampus atau oknum penyeleweng dana pendidikan. sisa waktu 2 tahun lagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf ini kami berharap tidak ada lagi Universitas atau Lembaga Pendidikan tinggi yang tersangkut perkara korupsi.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *