Kementan Maksimalkan RJIT untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian Buton Utara
BUTON UTARA – Kementerian Pertanian memperlihatkan komitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di Kabupaten Buton Utara. Peningkatan produktivitas tersebut dilakukan melalui Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan RJIT adalah bagian dari water management.
“Water management sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas pertanian. Ketersediaan air juga menentukan kualitas tanaman,” tuturnya, Sabtu (1/10/2022).
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengatakan water management adalah bagian untuk mendukung ketersediaan air.
“Dengan water management, air untuk pertanian kita pastikan selalu tersedia. Dan RJIT memastikan air bisa menjangkau petak-petak sawah milik petani,” terang Ali.
Ia menambahkan, RJIT dilakukan untuk memperluas lahan tanam.
“Dengan RJIT, lahan-lahan yang tidak terjangkau air akan mendapat pasokan air. Sehingga produksi bisa ditingkatkan. Kita juga mendukung agar indeks pertanaman meningkat,” ujarnya.
Salah satu kegiatan RJIT Kementerian Pertanian dilakukan di Desa Waode Angkalo,
Kecamatan Bonegunu, Kabupaten Buton Utara.
Program RJIT tersebut dilaksanakan pada Kelompok Tani Jaya Bakti.
“Kita berharap RJIT bisa dimaksimalkan untuk mendukung pendapatan petani. Oleh sebab itu, kita mengimbau masyarakat petani untuk sama-sama menjaganya,” tutur Ali lagi.(YR)
