Kemenparekraf Dorong Peningkatan Kualitas Destinasi Wisata Di Kota Tangerang
Tangerang – Kota Tangerang sudah sangat dikenal dengan kawasan urban yang dikunjungi masyarakat khususnya sekitar Jabodetabek. Keunggulan sektor pariwisata pun hadir dengan arus pengunjung yang datang untuk menikmati aneka ragam produk wisata perkotaan seperti kuliner, belanja. Bahkan, wisata sejarah budaya juga memperkuat diversifikasi produk Kota Tangerang, seperti situs peninggalan sejarah peradaban Islam.
Untuk mendukung potensi destinasi wisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menggelar Sosialisasi tentang Peningkatan Kualitas Destinasi dan Jejaring Pariwisata di Kota Tangerang pada Sabtu, (10/09/2022) di D’Prima Hotel, Kota Tangerang, Provinsi Banten yang dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI H. Rano Karno, Direktur Pengembangan Destinasi I, Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Ahmad Gunawan Wibisono, Pemerhati Pariwisata dan Budaya Kota Tangerang, Meno serta narasumber dari akademisi Pradita University, Dr. Budi Setiawan, A.Md.Par, S.E, MM,
Pengembangan destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan harus diterapkan dengan bertumpu pada strategi Kolaboraksi, Adaptasi dan Inovasi. Hal ini sejalan dengan arah pandang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dalam berbagai kesempatan bersama para pengelola destinasi, masyarakat dan industri pariwisata.
Pelaksanaan Sosialisasi ini juga berangkat dari kondisi bahwa wisata Kota Tangerang menjadi daya tarik favorit sekaligus alternatif terdekat bagi masyarakat setempat maupun di sekitarnya pasca pandemi covid-19. Pandemi Covid-19 memberikan dampak perubahan tren pada pariwisata, salah satunya yaitu perubahan paradigma pembangunan pariwisata dari Quantity Tourism menjadi Quality Tourism, yang juga semakin diarahkan pada berbagai dokumen kebijakan pemerintah seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu menyampaikan irama strategi pengembangan yang senada, bahwa pengelolaan destinasi pariwisata akan berhasil apabila komitmen untuk saling berinovasi juga terbangun melalui kesadaran dan kolaboraksi masyarakat di destinasi. Jejaring pariwisata yang kuat dan solid sangat dibutuhkan untuk memastikan keberlanjutan sosial budaya dan lingkungan, serta manfaat ekonomi bagi destinasi pariwisata. “Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi yang senantiasa hadir untuk mengutamakan kesejahteraan masyarakat dan perlindungan lingkungan turut mendorong keberhasilan suatu destinasi yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Tangerang.” ujar Vinsen.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi I, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wawan Gunawan, mewakili Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, mengapresiasi potensi destinasi Kota Tangerang yang menunjukkan pariwisata perkotaan yang tetap melestarikan sejarah budayanya.
“Kemenparekraf hadir melalui Sosialisasi hari ini merupakan wujud komitmen dukungan pemerintah pusat terhadap pariwisata Kota Tangerang. Kiranya potensi yang ada semakin kita dorong melalui strategi tata kelola destinasi yang terintegrasi sehingga jejaring pariwisata Pentahelix semakin nyata melalui semangat Gercep (Gerak Cepat), Geber (Gerak Bersama), dan Gaspol (Gali Semua Potensi Lokal dan Lapangan Kerja).” kata Wawan.
Wawan menambahkan “Kota Tangerang harus memperkuat sinergitas dan integrasi di Lintas Kedeputian Kemenparekraf, Lintas KL, Lintas Stakholder, & Lintas Daerah serta Mengimplementasikan SINAKODA (Sinergitas Berbasis Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi antara Pemerintah Pusat & Daerah) untuk mewujudkan Destinasi Berkualitas, Terintegrasi dan Berkelanjutan.” Pangkas Wawan.
Kegiatan Sosialisasi ini diikuti sebanyak 70 (Tujuh Puluh) peserta dari para pengelola destinasi dan pelaku sektor UMKM. Kemenparekraf juga memberikan dukungan berupa jaket hoodie #diIndonesiaaja dan healthy kits.
Anggota Komisi X DPR RI Dapil Banten III, H. Rano Karno menilai kualitas pariwisata ditentukan pula dengan SDM. “Partisipasi masyarakat dalam aktivitas pariwisata turut memastikan keberlanjutan sosial budaya. Cikal bakal Kota Tangerang menunjukkan potensi sejarah budaya yang kuat, yang didukung oleh keterlibatan masyarakat dengan kapasitas yang mumpuni,” ujarnya.
H. Rano Karno berkomitmen untuk mengawal dan mendampingi pengembangan 3A (Atraksi, Aksesbilitas, dan Amenitas) destinasi wisata di Kota Tangerang. Ia menambahkan besar harapan, Pemerintah Kota Tangerang dalam pengembangan di Kota Tangerang guna bisa menjadikan Kawasan pecinaan menjadi salah satu icon pariwisata di Kota Tangerang. Semoga terselenggaranya kegiatan ini bisa bermanfaat dan dapat dioptimalkan sebagai sarana berkembangnya kualitas ekonomi pariwisata. “Meskipun Kota Tangerang sangat populer sebagai kawasan destinasi perkotaan, tapi kita perlu tetap ingat akar budaya yang dapat digali potensinya. Para pengelola destinasi harus memiliki komitmen serta konsistensi pengelolaan dan pengembangan yang baik, terutama karena Kota Tangerang merupakan penyangga ibukota. Masyarakat disekitar Kota Tangerang yang menjadi pengunjung utama, dengan demikian memiliki tawaran produk wisata yang beragam dan otentik di Kota Tangerang.” Kata Rano.
Dalam paparan narasumber Budi Setiawan dari akademisi Pradita University, ia menekankan pentingnya Kunci Sukses dalam Pengelolaan Destinasi Pariwisata yaitu Keterlibatan seluruh stakeholder; Kepemimpinan Pengelola; Upaya terus menerus dan berkelanjutan; Kualitas Nilai Ketertarikan dan daya saing; Kualitas Nilai Ketertarikan dan daya saing; Monitoring & Evaluasi.
“Tugas Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata perlu menggerakkan seluruh masyarakat untuk mengembangkan aspek aktivitas wisata (something to do), aspek produk lokal (something to buy), atraksi (something to see).” Ucap Budi.
Budi menambahkan, Sapta Pesona yaitu Aman Tertib Bersih Sejuk Indah Ramah dan Kenangan perlu menjadi awal konsep yang diingat dan dijalankan oleh teman-teman pengelola destinasi ataupun pemilik usaha pariwisata. Hal ini menunjukkan semangat melayani wisatawan sehingga wisatawan merasakan kenyamanan berwisata yang menyenangkan. Seluruh pemangku kepentingan perlu memahami terlebih dahulu mengenai Sapta Pesona sebelum menjadikan sebuah destinasi berhasil.***
