Jaga Pasokan, Kementan Petakan Rantai Nilai Beras
SULAWESI TENGAH – Kementerian Pertanian memastikan hasil produksi pertanian bisa tersalurkan dengan maksimal. Salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah memetakan rantai nilai beras.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pasokan beras harus dipastikan lancar.
“Beras adalah komoditas penting bagi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, kita memastikan rantai nilai beras bisa berjalan sebagaimana mestinya,” kata Mentan SYL.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan pentingnya memantau rantai nilai beras.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji rantai pasok padi atau beras. Manfaatnya yaitu memberi informasi mengenai pola rantai pasok padi atau beras, baik untuk masyarakat dan pemerintah sebagai pengambil kebijakan,” kata Dedi.
Ditambahkannya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan pangan.
“Terutama yang berkaitan dengan rantai nilai alur produk, alur informasi dan alur keuangan dimasa yang akan datang,” kata Dedi lagi.
Kegiatan Rantai Nilai Beras yang merupakan bagian dari program IPDMIP, dilaksanakan di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Beras merupakan komoditas yang berperan penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan nasional serta menjadi basis utama dalam revitalisasi pertanian ke depan. Beras yang merupakan makanan pokok lebih dari 95% penduduk Indonesia juga menyediakan lapangan kerja bagi 21 juta rumah tangga petani melalui usahatani padi (Sihombing 2015).
Sementara Sulawesi Tengah memiliki beberapa sentra produksi Padi, salah satunya di Kabupaten Tolitoli Khususnya pada kecamatan Tolitoli Utara, Dondo, Dampal Utara, dan Dampal Selatan. Hal ini tergambarkan dari banyakan penduduk yang bermata pencaharian sebagai petani padi sawah, serta didukung luasnya lahan pertanian, dan ketersediaan irigasi teknis.
