Kembangkan Potensi Ekraf di Kota Malang, Kemenparekraf Gelar Bimtek Digital Marketing
KOTA MALANG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) digital marketing bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang, Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan di Hotel Aria Gajayana Malang pada Rabu, (23/3/2022) dengan jumlah peserta 100 orang.
Direktur Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Erwita Dianti menuturkan, kegiatan pelatihan ini dalam kerangka meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang. “Peningkatan kapasitas ini penting untuk dapat menerjemahkan potensi yang dimiliki di Kota Malang.
“Dengan digital marketing, potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Kota Malang dapat dimaksimalkan dengan baik seluruh aspek potensinya,” kata Erwita.
Dikatakannya, di tengah berkembangnya revolusi teknologi 4.0, dunia marketing ikut mengalami pergeseran. Pemasaran tak lagi mengandalkan pola konvensional, tapi mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. “Marketing digital sangat berpengaruh dalam pemasaran saat ini. Artinya, ada kreativitas yang harus dibangun,” papar Erwita.
Bimtek digital marketing ini, Erwita melanjutkan, merupakan langkah yang kuat dan tak terpisahkan dari promosi potensi ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Kota Malang. Potensi tersebut merupakan salah satu kekuatan Kota Malang dalam menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
“Maka, penting bagi kami untuk meningkatkan skill dan memberikan wawasan serta pengetahuan digital marketing untuk pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang,” katanya.
Analis Kebijakan Ahli Madya/Koordinator Edukasi III Direktorat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Toar RE Mangaribi menyampaikan, ekonomi kreatif berpeluang membuka lapangan kerja yang cukup luas. Maka itu, Kemenparekraf bergerak dengan cepat dengan mengadakan pelatihan SDM untuk sektor tersebut melalui program bimtek digital marketing ini.
“Bimtek ini diberikan agar pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang siap tampil kembali dan bangkit dalam perekonomian. Sehingga, kita siap dan semangat untuk menghadapi tantangan menuju ekonomi kreatif berkelas dunia,” papar Toar.
Toar mengatakan, bimtek ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kapabilitas para pelaku usaha UMKM dengan menggunakan media digital. Hal itu mengingat pandemi yang mengakibatkan pembatasan orang untuk beraktivitas.
“Tetapi, ada tidaknya pandemi, semua pelaku usaha harus terus berinovasi agar selalu menghasilkan produk yang mengikuti tren dan diterima oleh pasar,” tuturnya.
Dikatakannya, peran Kemenparekraf/Baparekraf dalam mendukung peningkatan kualitas SDM, khususnya di bidang ekonomi kreatif tidak hanya kegiatan bimtek saja, tetapi secara simultan melalui berbagai program kedeputian yang ada di Kemenparekraf/Baparekraf. “Mari kita jaga semangat dan terus memberikan motivasi kepada peserta agar lebih aktif, kreatif dalam mempromosikan produknya,” ajak Toar.
Kemenparekraf/Baparekraf, Toar melanjutkan, terus berupaya untuk mencetak kapasitas SDM ekonomi kreatif, unggul dan berdaya saing di era digital. “Tujuan kegiatan ini untuk mengoptimalkan semua potensi sekaligus kemampuan pemasaran sektor ekonomi kreatif dalam upaya membangkitkan kembali ekonomi yang terpuruk akibat pandemi covid-19,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa
keuntungan yang pertama dengan adanya digital marketing adalah jangkauan dari iklan akan semakin luas. “Bahkan pelaku ekonomi kreatif Indonesia dapat menyebarkan
brand atau karyanya ke seluruh dunia. Hal ini membuka peluang ekspor produk buatan Indonesia ke kancah internasional,” ujar dia.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengungkapkan, sebagai kota kreatif Kota Malang memiliki potensi di sektor kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, seni rupa, seni musik dan film.
“Harapan saya subsektor- subsektor yang ada di Kota Malang ini menjadi ikon dan kebanggaan Kota Malang, bisa bertumbuh dan bangkit Kembali. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas, kualitas dan keterampilan para pelaku ekonomi kreatif dalam mengembangkan usaha dan produknya dengan pola pemasaran digital,” kata Wahyuni.
Pada kesempatan itu, dihadirkan narasumber Muhammad Hafidullah yang merupakan Co Founder PT Rwe Bhineda dan Business Advisor Ruang 412.(*)
