Serunya Bermain Layangan di Lapangan Intercone, Menjadi Hiburan Gratis Bagi Warga
Jakarta – Layang-layang merupakan salah satu permainan tradisional dari Indonesia. Layang-layang sering dimainkan oleh anak-anak di tanah lapang. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa dan orang tua juga ikut bermain layang-layang. Setiap daerah memiliki keunikan atau ciri khas tentang layang-layang.
“Kini, pecinta Layang-layang pun sudah sangat banyak sekali komunitas nya. Seperti komunitas Layang-layang aduan, yang terdapat diberbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Layang-layang aduan adalah salah satu yang paling banyak diminati, dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Salah satu player Layangan, Bang Kozel mengatakan,’ bermain layang-layang bukan hanya sekedar tarik dan ulur. Ada teknik dan trik yang harus kita kuasai. Ada 4 teknik dan trik yang harus dikuasi, seperti Jepret dengan layang-layang Sukhoi nya, Layang-layang Seot/Seret dengan tarikan dan ulur, double tempel dan ajol.
Bermain layang-layang pun harus jeli dengan lawan dan angin. Sebisa mungkin kita harus sigap kapan harus menyerang dan bertahan, jangan terburu-buru untuk mematahkan lawan. Layangan seot atau shukoi ukuran 54 – 56 dalam Permainan layangan aduan juga sering di ikutkan sebagai turnamen open cup seluruh indonesia sampai luar negeri Singapore, Malaysia, Brunei Darussalam, India, Pakistan, ungkap Kozel’.

Kozel’ menambahkan, kegiatan bermain layang-layang aduan ini biasanya diadakan dilapangan Intercone, Jakarta Barat. Setiap hari mulai pukul 15:30 WIB sampai Ba’da Maghrib. Kegiatan ini sekaligus menjadi tontonan gratis dan menghibur bagi masyarakat sekitar.
“Biasanya pemain layangan ini dominan dari komunitas Layang-layang yang ada di Jakarta, tapi ada juga dari luar Jakarta datang untuk bermain adu layangan. Selain dijadikan ajang persaingan untuk lomba, player-player dan komunitas layangan aduan bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi sesama penghoby layangan se-Jabotabek bahkan ada juga yang dari luar daerah seperti Bandung, Cianjur, Purwakarta, Sukabumi, Cirebon Pekalongan dan Malang.
Layang-layang juga sebagai ajang cabang olahraga, dan sudah ada Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesi (PELANGI). Dengan adanya kegiatan ini diharapkan permainan layang-layang bisa kembali bangkit seperti di era sekitar tahun 80-90’an.
Saat ini banyak anak-anak yang tidak mengerti bagaimana cara memainkan layang-layang, karena mereka dimanjakan dengan permainan modern atau game online di gadget.
“Karena pergeseran zaman, anak-anak banyak yang tidak tahu permainan layang-layang, anak-anak sekarang justru lebih suka main PS dan gadget, untuk itu guna sedikit melupakan permainan modern, kami coba mengajak anak-anak untuk bermain tradisional.
Dengan adanya kegiatan bermain layang-layang ini, anak-anak akan kembali mencintai permainan tradisional yang memiliki banyak manfaat dan tidak meninggalkan permainan ini begitu saja.
