Kementerian Ekraf Gelar Creative Technology Future Talents, Dorong UMKM Samosir Naik Kelas melalui AI
SAMOSIR — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) Republik Indonesia melalui Direktorat Kreativitas Teknologi, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, menggelar kegiatan Creative Technology Future Talents dengan tema “Pemanfaatan AI untuk UMKM Ekraf” di Creative Hub Samosir, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Aktivasi Creative Hub Kementerian Ekonomi Kreatif yang bertujuan menghidupkan ruang kreatif sebagai pusat pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi. Melalui kegiatan ini, Creative Hub diharapkan menjadi wadah bagi pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan ide, serta memanfaatkan teknologi dalam menciptakan peluang usaha yang lebih kompetitif.
Pelatihan ini secara khusus diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor ekonomi kreatif di kawasan pariwisata Kabupaten Samosir melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Samosir, Elman Silalahi, S.P., mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan UMKM di daerahnya. Ia menilai, pembangunan Kabupaten Samosir yang bertumpu pada sektor pariwisata perlu didukung oleh pertumbuhan ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pelatihan dan peningkatan keterampilan seperti ini adalah salah satu cara agar UMKM kita tak sekadar naik kelas, tetapi bisa melompat untuk mengimbangi daerah pariwisata lain yang sudah lebih dahulu maju, seperti Bali,” ujar Elman.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut pelaku usaha untuk terus beradaptasi. Karena itu, Elman berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memberikan pendampingan dan dukungan berkelanjutan bagi masyarakat Samosir. Ia juga mengimbau seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut dengan sungguh-sungguh untuk mengembangkan usaha masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kemenekraf, Sabartua Tampubolon, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk untuk meningkatkan efektivitas promosi dan efisiensi operasional UMKM.
Ia mencontohkan atraksi waterscreen di Waterfront Pangururan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang mampu menambah daya tarik pariwisata. Menurutnya, teknologi AI membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk berinovasi, menciptakan materi promosi, dan menjangkau pasar yang lebih besar.
“Teknologi AI jauh lebih memukau dan mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan usaha yang sebelumnya tak terbayangkan. AI bukan lagi konsumsi masyarakat kota besar saja, tetapi menjadi salah satu tool utama bagi UMKM di Samosir jika ingin naik kelas,” kata Sabartua.
Meski menawarkan berbagai kemudahan, Sabartua mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap memperhatikan etika, kreativitas manusia, dan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI). Menurutnya, AI seharusnya menjadi alat bantu untuk mengembangkan gagasan, bukan menggantikan peran manusia sebagai sumber utama kreativitas.
“Mari kita gunakan AI ini untuk kemaslahatan, bukan kemudaratan. Karena itu, etika pemanfaatan AI juga menjadi materi penting yang diajarkan dalam pelatihan ini,” ujarnya.
Sabartua juga berpesan kepada para narasumber agar menyampaikan materi secara interaktif, santai, dan komunikatif sehingga mudah dipahami serta dapat langsung dipraktikkan oleh peserta.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari KreasiKita, Dominikus Andika Kurniawan dan Aditya Firaz Akbari. Sebelum memasuki praktik pembuatan konten digital, keduanya memberikan pemahaman mengenai prinsip etika dalam promosi digital, mulai dari kejujuran dalam menyampaikan informasi, penghormatan terhadap privasi dan hak cipta, permintaan izin untuk menggunakan media milik pihak lain, hingga penghargaan terhadap budaya lokal dan penggunaan bahasa yang santun kepada konsumen.
Sebanyak 70 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM dan kreator lokal mengikuti praktik pemanfaatan aplikasi KreasiKita, sebuah inovasi teknologi karya anak bangsa yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan promosi UMKM. Dalam sesi ini, peserta belajar membuat materi visual, selebaran promosi (flyer), poster produk, hingga video promosi dengan memanfaatkan teknologi AI.
“Bahkan, hanya dalam waktu kurang dari satu menit, flyer maupun poster produk Bapak dan Ibu sudah jadi,” kata Aditya saat memperagakan proses pembuatan gambar produk menggunakan AI di hadapan peserta.
Manfaat pelatihan tersebut dirasakan langsung oleh Elfrida Sitohang, peserta asal Desa Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, yang menjalankan usaha makanan ringan. Ia mencoba membuat poster promosi produknya dengan bantuan AI. Hasilnya, visual produk terlihat lebih menarik, sementara deskripsi produk tersusun lebih rapi dan siap digunakan untuk promosi melalui media sosial maupun platform perdagangan elektronik (e-commerce).
Pengalaman serupa dialami Citra Pakpahan, perajin Ulos Batak. Dengan memanfaatkan foto produk yang sebelumnya diambil secara sederhana, teknologi AI membantunya menghasilkan visual dengan pencahayaan dan komposisi warna yang lebih artistik, sekaligus tetap memperhatikan karakteristik produk dan kearifan lokal.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka bergantian menyerahkan sampel produk untuk diolah menjadi materi promosi digital. Deva Turnip, pelaku usaha kue lokal, mengaku pelatihan tersebut memberinya pengalaman baru dalam memasarkan produk secara lebih profesional.
“Selama ini saya hanya mengambil foto produk kue secara ala kadarnya menggunakan kamera HP. Begitu mencoba pelatihan ini, gambarnya terlihat sangat berbeda dan naik kelas. Begitu saya unggah, respons pelanggan saya langsung banyak yang positif,” tutur Deva.
Dominikus Andika Kurniawan menjelaskan bahwa kualitas gambar maupun video yang dihasilkan AI sangat dipengaruhi oleh prompting, yakni instruksi teks yang diberikan pengguna kepada sistem AI. Semakin jelas dan terperinci instruksi yang disusun, semakin besar peluang menghasilkan materi visual yang sesuai dengan konsep dan kebutuhan promosi.
“Pada instruksi (prompting) itulah letak campur tangan penuh dari manusia. Semakin detail dan tepat instruksi yang kita berikan, maka hasil yang dirancang AI akan semakin baik sesuai dengan ide kreatif yang ada di pikiran kita,” jelas Andika.
Melalui kegiatan Creative Technology Future Talents, Kementerian Ekonomi Kreatif berharap aktivasi Creative Hub tidak hanya menghadirkan ruang berkegiatan, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem kreatif yang produktif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM di Samosir untuk semakin percaya diri memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pasar.
“Harapan kami, pengetahuan ini tidak berhenti di ruangan ini saja, tetapi terus dipraktikkan dan dibagikan kepada sesama pelaku usaha, sehingga ekonomi kreatif di Samosir dapat semakin bertumbuh dan berdaya saing,” pungkas Andika.
