Di Hari Kelahiran Soeharto, Bang Azran Kenang Sosok yang Menginspirasi Perjalanan Pengabdiannya Hingga Menjadi Senator DKI Jakarta
JAKARTA — Momentum hari kelahiran Presiden ke-2 Republik Indonesia, almarhum H.M. Soeharto, menjadi pengingat akan pentingnya menghargai jejak pengabdian para pemimpin bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.
Bagi Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran atau Bang Azran, peringatan hari kelahiran tersebut juga menghadirkan refleksi pribadi mengenai perjalanan panjang pengabdian yang mengantarkannya hingga dipercaya menjadi Senator DKI Jakarta.
Bang Azran menuturkan bahwa perjalanan hidup dan kiprah politiknya tidak dibangun dalam semalam. Ia tumbuh, belajar, dan ditempa melalui bimbingan banyak tokoh politik, tokoh masyarakat, para senior, serta berbagai figur bangsa yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab kepada rakyat.
Dalam perjalanan tersebut, sosok almarhum Presiden H.M. Soeharto menjadi salah satu figur yang memberikan inspirasi dan teladan dalam berkarya. “Hari kelahiran almarhum Bapak H.M. Soeharto bukan hanya menjadi momen untuk mengenang sejarah, tetapi juga kesempatan untuk mengambil pelajaran dari keteladanan beliau. Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat pengabdian kepada bangsa dengan karya dan kerja nyata,” ujar Bang Azran.
Menurutnya, salah satu warisan terbesar yang dapat dipetik dari kepemimpinan Presiden Soeharto adalah konsistensi dalam bekerja, keberanian memikul amanah besar, serta komitmen untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
“Saya bersyukur karena dalam perjalanan hingga menjadi Senator DKI Jakarta, saya mendapatkan bimbingan dari banyak tokoh bangsa. Dari proses panjang itu saya belajar bahwa kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan tentang pengabdian. Nilai-nilai itulah yang juga saya lihat dalam sosok almarhum Bapak H.M. Soeharto,” lanjutnya.
Bang Azran menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa para pendahulunya. Menurutnya, sejarah harus dipandang sebagai sumber pembelajaran yang mampu memperkuat karakter kebangsaan dan menumbuhkan optimisme dalam menghadapi masa depan.
“Di hari kelahiran beliau, saya mengajak seluruh anak bangsa untuk tidak hanya mengenang sosok Presiden Soeharto sebagai bagian dari sejarah Indonesia, tetapi juga meneladani semangat kerja keras, kedisiplinan, dan pengabdiannya kepada negara. Sebab pada akhirnya, yang akan dikenang dari setiap pemimpin adalah karya dan manfaat yang ditinggalkannya untuk rakyat dan bangsanya,” tutup Bang Azran.
Momentum hari kelahiran Presiden H.M. Soeharto, lanjut Bang Azran, hendaknya menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan, kerja keras, dan komitmen bersama untuk terus berkarya bagi Indonesia.(*)
