Daerah

‎Bang Azran: Kinerja Ekonomi Jakarta Positif, Namun Harus Diikuti Pemerataan dan Penguatan Daya Beli Masyarakat‎

JAKARTA – Anggota DPD RI/MPR RI, Achmad Azran, menyampaikan apresiasi atas capaian ekonomi Jakarta pada awal tahun 2026 yang menunjukkan tren positif dan resilien. Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,21%, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,11%.

‎Selain itu, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan I-2026 yang mencapai Rp8,74 triliun atau 15,16% dari target menjadi indikator kuat bahwa fondasi fiskal daerah berada dalam jalur yang baik.

‎Menurut Achmad Azran, capaian tersebut menegaskan bahwa Jakarta masih menjadi motor penggerak ekonomi nasional, terutama dengan kontribusi sektor-sektor strategis seperti perdagangan, akomodasi dan makan-minum, serta transportasi dan pergudangan.

‎“Kita patut mengapresiasi kinerja ekonomi Jakarta yang tetap tumbuh solid di tengah tantangan global dan dinamika nasional. Ini menunjukkan adanya ketahanan ekonomi yang baik serta efektivitas kebijakan pembangunan daerah,” ujar pria yang biasa disapa Bang Azran itu.

‎Namun demikian, Bang Azran menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya menjadi kebanggaan statistik semata. Dia mengingatkan pentingnya memastikan manfaat pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat luas, terutama kelompok menengah ke bawah, pelaku UMKM, dan pekerja sektor informal.

‎“Pertumbuhan yang tinggi harus dibarengi dengan pemerataan. Jangan sampai ekonomi tumbuh, tetapi masyarakat kecil masih tertekan oleh tingginya biaya hidup, harga kebutuhan pokok, serta sulitnya akses modal usaha dan lapangan kerja yang layak,” tegasnya.

‎Pria asli Betawi itu juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar momentum positif ini dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas belanja publik, mempercepat transformasi digital pelayanan, serta memperluas program pemberdayaan ekonomi rakyat.

‎Selain itu, Achmad Azran menilai PAD yang meningkat harus dikelola secara akuntabel dan diarahkan pada program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan warga, seperti transportasi publik, pendidikan, kesehatan, pengendalian banjir, dan penciptaan ruang usaha baru.

‎“PAD yang kuat bukan sekadar angka penerimaan, tetapi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta. Transparansi dan ketepatan sasaran penggunaan anggaran menjadi kunci,” lanjutnya.

‎Di akhir pernyataannya, Achmad Azran optimistis Jakarta mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026, asalkan pemerintah tetap responsif terhadap tantangan inflasi, ketimpangan sosial, serta kebutuhan investasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *