Kementan Pastikan 12 Bahan Pokok di Sumatera Utara Aman Saat Natal dan Tahun Baru
SUMATERA UTARA – Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), memantau ketersediaan stok dan harga bahan pokok di Sumatera Utara.
Hasilnya, 12 stok bahan pokok terpantau dalam kondisi aman. Selain itu, tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemantauan akan terus dilakukan.
“Akhir tahun ada dua even yang menyedot perhatian masyarakat, yaitu Natal dan Tahun Baru. Untuk itu kita di Kementerian Pertanian memantau ketersediaan bahan pokok di seluruh provinsi. Kita pastikan bahan pokok tersedia untuk masyarakat,” tuturnya, Minggu (25/12/2022).
Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Jamil, menjelaskan jika ada tiga langkah yang dilakukan untuk menangani kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Yaitu menyeimbangkan produksi dengan kebutuhan, Operasi Pasar dan pengendalian stok. Hal ini penting untuk dilakukan karena saat Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023, masyarakat menyambutnya dengan mencari segala kebutuhan pokok,” katanya.
Stok bahan pokok di Sumatera Utara hingga 24 Desember dipastikan dalam kondisi aman. Beras misalnya, stok yang tersedia sebanyak 737.531, 83 ton yang dijual dengan harga Rp11.769/kg. Kemudian jagung 378.800,48 ton dengan harga jual Rp5.445/kg.
Kemudian stok Kedelai 5.024,94 ton dengan harga Rp14.212/kg, stok cabai besar 44.342,69 ton dengan harga jual Rp42.949/kg, cabai rawit 27.649,73 ton dengan harga jual Rp57.040/kg.
Untuk stok bawang merah 29.407,59 ton dengan harga Rp32.015/kg, bawang putih 2.467,67. ton dengan harga jual terpantau Rp26.010/kg, lalu telur ayam 6.193,43 ton dengan harga Rp28.242/kg.
Untuk daging ayam, stok sebanyak 19.156,36 ton yang dijual Rp34.252/kg, daging sapi 1.129,63 ton yang dihargai Rp134.675/kg, gula pasir 6.644,54 ton dengan harga Rp14.424/kg, dan minyak goreng 12.425,54 ton dengan harga Rp18.467/kg.
Sementara Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumut, Naslindo Sirait, mengimbau Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumut untuk melakukan operasi pasar murah. Agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan saat Nataru.
“Kita minta 33 Kabupaten/Kota untuk melakukan operasi pasar, minggu kedua, ketiga dan keempat bulan Desember 2022 serentak,” jelas Naslindo.
Naslindo juga meminta Pemkab/Pemkot untuk melakukan pengawasan terhadap produsen. Agar tidak melakukan penimbunan dan tidak menaikkan harga di atas HET, untuk harga sudah ditentukan oleh Bulog atau Pemerintah.
“Ini kami kerjakan, memastikan ketersediaan pangan, defisit masih bawang merah dan bawang putih. Kita juga akan meminta produsen dari CSR untuk membantu pemerintah melakukan pasar murah dan operasi pasar,” pungkasnya.
