Pertanian

Gubernur Sumur dan Aceh Prioritaskan Pertanian Sebagai Program Jangka Panjang

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mendorong pengembangan sektor pertanian di wilayahnya dapat dilakukan secara masif. Menurutnya, pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang bisa memacu pertumbuhan ekonomi secara cepat. Demikian disampaikan Edy saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Sumatranomic ke-3 yang diadakan Bank Indonesia (BI) di Hotel Adhimulia, Medan, Sumut.

“Produksi dan distribusi barang atau hasil sumber daya alam (pertanian) daerah harus kita kembangkan,” ujar Edy, beberapa waktu lalu.

Edy mengatakan, di antara yang meniadi perhatiannya selama ini adalah mendorong produsen-produsen kelapa sawit untuk mulai memperbanyak produksi turunannya atau hilirisasinya. Ia menyebut, saat ini produk turunan kelapa sawit sudah mencapai 30 produk.

“Memproduksi produk turunan ini bisa menyokong perekonomian kita di daerah. Kan Cita-cita saya jadi gubernur itu untuk menyejahterakan rakyat saya, saya butuh implementasi ini semua,” katanya.

Terpisah, Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan bahwa sektor pertanian akan tetap menjadi program prioritas dalam memimpin Aceh ke depan. Terlebih pada kwartal keempat 2021 pertumbuhan ekonomi di Aceh mencapai 7,4 persen. Dari data tersebut, 80 persen diantaranya berasal dari sektor pertanian.

“Kita ingin lebih fokus dan intensifikasi dibidang pertanian termasuk konsep integrited farm (pertanian terpadu),” katanya.

Nova menyebutkan, Aceh defisit perdagangan dengan Sumatera Utara (Sumut) sejumlah 80 persen yang berasal dari komoditas pertanian dan peternakan, seperti bawang, telur, dan lain-lain. Baginya, peningkatan ini wajib menjadi pemicu tumbuhnya pertanuan di tahun depan.

“Termasuk melaksanakan arahan Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar kita meningkatkan pertanaman padi dalam setahun. Tetapi memang ada beberapa kondisi yang harus kita perbaiki,” kata Nova.

Nova mengatakan Pemerintah Aceh bakal mencari investor untuk berinvestasi membangun pabrik penggilingan padi. Dia juga mengimbau sejumlah grup usaha untuk melakukan hal ini. Saat ini, kata dia, pabrik penggilingan padi berada di Blang Bintang, Aceh Besar, dalam skala mikro.

“Yang akan membangun pabrik penggilingan padi itu adalah investor, bukan pemerintah. Pemerintah hanya memberikan stimulus,” ucapnya.(YR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *