Bang Azran: Revitalisasi Blok M Jangan Sekadar Mempercantik Kawasan, Harus Menghidupkan Ekosistem
JAKARTA — Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran (Bang Azran), yang juga Ketua Umum DPP FORKABI, menyambut baik rencana revitalisasi kawasan Blok M yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan revitalisasi tidak boleh hanya diukur dari perubahan wajah fisik kawasan, melainkan dari kemampuan Blok M mempertahankan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya yang selama puluhan tahun menjadi identitas kawasan tersebut.
Menurut Bang Azran, Blok M bukan sekadar pusat perdagangan. Kawasan itu memiliki sejarah panjang sebagai ruang pertemuan berbagai generasi warga Jakarta, mulai dari pusat transportasi, perdagangan, kuliner, hiburan hingga ruang ekspresi anak muda.
“Blok M itu bukan sekadar bangunan. Ia adalah memori kolektif warga Jakarta. Karena itu, ketika kita melakukan revitalisasi, yang harus dibangun bukan hanya gedungnya, tetapi juga ekosistemnya,” kata Bang Azran.
Ia memahami bahwa penataan kawasan merupakan kebutuhan sebuah kota metropolitan. Namun, proses tersebut harus memperhitungkan keberlangsungan pelaku usaha yang selama ini menggantungkan kehidupan dari aktivitas ekonomi di Blok M.
“Kalau kawasan diperbarui tetapi pedagang kehilangan ruang, pelanggan kehilangan akses, atau identitas kawasan hilang, maka revitalisasinya menjadi tidak lengkap. Pembangunan fisik harus berjalan bersama pembangunan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bang Azran juga mendorong agar konektivitas transportasi publik menjadi bagian penting dari desain Blok M. Menurutnya, kawasan yang berhasil bukan hanya kawasan yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga mudah dicapai, nyaman untuk berjalan kaki, aman, dan terintegrasi dengan moda transportasi.
Ia menyebut keberadaan generasi muda juga harus menjadi perhatian. Blok M selama ini memiliki karakter sebagai salah satu ruang kreatif Jakarta, sehingga revitalisasi semestinya membuka lebih banyak ruang bagi ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, kuliner, seni, dan kegiatan anak muda.
“Jangan membuat Blok M menjadi tempat yang bagus untuk difoto tetapi kehilangan alasan orang untuk datang. Justru karakter itulah yang harus dipertahankan dan dikembangkan,” tutur Bang Azran.
Ia berharap proses revitalisasi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pelaku usaha, warga, komunitas, pengelola transportasi, dan pemerintah daerah.
“Jakarta harus maju tanpa kehilangan ingatan. Blok M boleh berubah wajah, tetapi jiwanya jangan sampai hilang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan konsep desain Transformasi Blok M Fase Ultimate pada 6 Oktober 2026 sebagai bagian dari rencana pengembangan kawasan Blok M secara bertahap bersama PT MRT Jakarta. Transformasi ini diarahkan untuk memperkuat fungsi Blok M sebagai kawasan terpadu yang menghubungkan transportasi publik, perdagangan, ruang publik, dan aktivitas masyarakat. Pengembangan tersebut ditargetkan berlangsung dalam beberapa tahap, dengan penyelesaian sejumlah fasilitas utama pada 2029 dan pengembangan kawasan multifungsi hingga 2030. Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya memperbarui tampilan fisik kawasan, tetapi juga menjaga identitas Blok M sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi dan sosial warga Jakarta.
