Daerah

Bang Azran Ingatkan Warga Jakarta Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Hantavirus dan Pentingnya Kebersihan Lingkungan

JAKARTA— Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Achmad Azran atau yang akrab disapa Bang Azran, mengimbau masyarakat Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus menyusul ditemukannya sejumlah kasus positif dan suspek di wilayah DKI Jakarta.

Menurut Bang Azran, isu kesehatan masyarakat seperti Hantavirus tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan permukiman, sanitasi kota, serta perilaku hidup bersih masyarakat sehari-hari.

Ia menilai langkah cepat Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam mendeteksi kasus dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat merupakan tindakan yang tepat dan harus didukung bersama.

“Jakarta sebagai kota metropolitan dengan kepadatan penduduk tinggi harus memiliki kesadaran kolektif terhadap ancaman penyakit berbasis lingkungan. Hantavirus memang belum sepopuler demam berdarah atau COVID-19, tetapi potensi penularannya harus diantisipasi secara serius, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah dengan sanitasi yang kurang baik,” ujar Bang Azran.

Pria asli Betawi itu juga menegaskan bahwa persoalan tikus dan kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan estetika kota, melainkan menyangkut kesehatan publik dan keselamatan warga. Ia meminta pengurus RT/RW, pengelola pasar, kawasan permukiman, hingga pelaku usaha kuliner untuk lebih aktif menjaga kebersihan saluran air, tempat pembuangan sampah, gudang penyimpanan makanan, dan area lembap yang berpotensi menjadi sarang tikus.

Bang Azran juga mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar memperkuat edukasi publik secara masif dan berkelanjutan mengenai pola penularan Hantavirus, termasuk pentingnya penggunaan alat pelindung saat membersihkan area yang terkontaminasi kotoran tikus. Menurutnya, pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibanding penanganan wabah setelah meluas.

“Warga jangan panik, tetapi juga jangan abai. Kalau menemukan banyak tikus di lingkungan sekitar, segera lakukan pembersihan dengan prosedur yang benar. Jangan membersihkan kotoran tikus secara sembarangan karena virus bisa menyebar melalui udara dari partikel urin, air liur, atau kotoran tikus yang mengering,” tambahnya.

Sebagai anggota DPD RI/MPR RI yang konsisten memperjuangkan isu kesehatan masyarakat perkotaan, Bang Azran menilai kasus ini harus menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup bersih serta sistem deteksi dini penyakit zoonosis di Jakarta.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, saat ini terdeteksi 3 kasus positif dan 6 kasus suspek Hantavirus. Penyakit ini diketahui ditularkan melalui paparan virus dari tikus, terutama melalui urin, air liur, dan kotorannya.

Secara global, Hantavirus telah lama menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius maupun gagal ginjal pada kondisi tertentu. Kepadatan permukiman, buruknya sanitasi lingkungan, serta tingginya populasi tikus perkotaan menjadi faktor risiko utama penyebaran penyakit tersebut, terutama di kota besar seperti Jakarta.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *