Nasional

Gelar Pelatihan untuk Seribu Penyelam, Kemenparekraf kolaborasi dengan Divers Alert Network Untuk Upgrade Kualitas Wisata Bahari Indonesia

BALI – Kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Divers Alert Network menggelar pelatihan untuk seribu penyelam di Pulau Bali. Pelatihan yang dibuka pada hari ini, Kamis (16/5/2024) merupakan bagian dari upaya Kemenparekraf untuk terus meningkatkan kualitas wisata bahari Indonesia dalam persaingan global.

“Kemenparekraf yakin bahwa kegiatan pelatihan ini akan memberikan dampak positif terhadap kualitas keamanan dan keselamatan pariwisata di Indonesia, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap pengembangan wisata bahari di Indonesia, sehingga mampu bersaing dengan negara lain,” kata Kapokja WMK 1 mewakili Direktur Wisata Minat Khusus Kemenparekraf, Fehmiu Octavino dalam sambutannya saat membuka acara.

Pada kesempatan itu, Fehmiu menyampaikan apresiasi kepada DAN yang telah secara berkelanjutan menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam upaya meningkatkan aspek keselamatan wisata selam di Indonesia.

“Kegiatan Safety 1.000 ini merupakan bentuk konsistensi atas kolaborasi Kemenparekraf dengan DAN untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha wisata selam di Indonesia,” tegas Fehmiu. Hal ini sejalan dengan MoU/nota kesepahaman antara Kemenparekraf dengan DAN untuk mewujudkan destinasi wisata selam yang aman atau ‘Indonesia as a Safe Diving Destination’.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Bidang PKSDM, AA Istri Vera Laksmi Dewi menjelaskan program pungutan sebesar Rp150 ribu bagi wisatawan asing yang diberlakukan mulai 14 Februari 2024.

Dikatakan Vera, program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan pemeliharaan destinasi pariwisata. “Melalui program ini, kita semua berharap dapat meningkatkan infrastruktur, konservasi lingkungan dan pengembangan kepariwisataan secara keseluruhan. Program pungutan ini tidak hanya menguntungkan sektor pariwisata, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal dan lingkungan,” tutur Vera.

Dikatakan Vera, informasi ini harus kita sampaikan kepada setiap wisatawan asing yang berkunjung ke Bali, agar mereka dapat mengetahui lebih detail, menghindari konflik dan kekeliruan, meningkatkan kepatuhan pada regulasi lokal dan memperkuat hubungan positif antara pengunjung dan tuan rumah, yang tentunya mendukung pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di destinasi wisata.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal. Saya mengajak peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi,” tutur Vera.

Country Manager DAN Indonesia, Bayu Wardoyo menjelaskan, program ini dianggap penting, karena wisata bahari di Indonesia sudah sangat terkenal di mata wisatawan domestik ataupun Internasional. Sehingga tidak hanya terkenal dengan keindahannya saja, namun juga safety atau aman yang baik.

“Kami yakin wisatawan internasional akan lebih tertarik datang, karena selain memang indah tapi pun aman akan keselamatan mereka, karena mereka tahu di Indonesia banyak yang sudah tersertifikasi untuk cara meng-handle wisatawan yang mengalami insiden,” terang Bayu.

Adapun materi yang diberikan berupa teori dan praktik Basic Life Support dan Oxygen Provider berlisensi PADI ataupun NAUI yang diakui secara internasional.
“Kami berharap pelatihan ini bermanfaat untuk mewujudkan zero accident atau setidaknya apabila terjadi kecelakaan penyelaman dapat segera ditangani dengan tepat sehingga tidak ada korban jiwa,” tutur Bayu.

Ke depannya, Bayu menerangkan jika kita tidak hanya menginformasikan mengenai keindahan bawah laut saja tetapi juga memperkuat positioning ‘Indonesia as a Safe Diving Destination’, sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus mengurangi kecemasan terhadap resiko adanya kecelakaan penyelaman.

Managing Director Hyperbaric, RS Kasih Ibu Hospital Saba, dr Andrea Wijaya menyampaikan ucapan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan yang telah mengikutsertakan Tim Hiperbarik RS Kasih Ibu untuk menyampaikan beberapa fasilitas di RS Kasih Ibu yang dapat menunjang aktifitas wisata selam.

“Sharing topic tentang Hyperbaric Oxygen Therapy & Decompression Illness menjelaskan terkait tanda-tanda, gejala hingga cara penanganan Decompression Sickness (DCS) tipe 1-3 (ringan, sedangbdan parah),” katanya.

Sebagai informasi, program Safety 1.000 yang dilaunching Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada bulan Oktober 2023 telah tercapai 38 persen dari target 1.000 orang yang diselenggarakan di beberapa lokasi, di antaranya Banten, Kepulauan Seribu, Labuan Bajo dan kali ini Bali di lima daerah, di antaranya Sanur, Amed, Tulamben, Pemuteran dan Nusa Penida tanggal 9-16 Mei 2024. Kegiatan ini didukung oleh Professional Association of Diving Instructors (PADI) dan National Association of Underwater Instructors (NAUI) dengan tujuan untuk menyempurnakan aspek keamanan dan keselamatan wisatawan.

Kegiatan ini akan dilanjutkan di beberapa lokasi, di antaranya Manado, Kalimantan Timur dan destinasi wisata selam unggulan lainnya hingga mencapai target 1.000 orang atau lebih.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *