Kementan Bekali Penyuluh Cara Mengendalikan Hama
SULAWESI TENGGARA – Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan tambahan pengetahuan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menggunakan bahan ramah lingkungan agar tercapai pengendalian hama terpadu (PHT).
Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa produk pertanian Indonesia harus berkualitas, baik dari segi tampilan maupun kandungan gizinya.
“Untuk itu, salah satu poin penting dari produk pertanian yang berkualitas adalah penerapan pertanian ramah lingkungan, termasuk dalam pengendalian OPT,” kata Mentan SYL.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan hal serupa.
“Untuk bisa menggenjot produktivitas, berarti tanaman harus dijaga. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian membekali penyuluh dengan pengetahuan cara mengendalikan hama,” ujar Dedi.
Hal ini yang juga dilakukan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi dengan menyelenggarakan Pelatihan Teknis Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu bagi penyuluh pendamping program READSI.
Kegiatan ini terdiri dari 3 angkatan dan dilakukan secara offline di UPTD BPSDM Pertanian Kota Kendari.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara, Muhamad Djudul, menyampaikan masalah pertanian dari dulu sama, benih yang sama belum tentu pas pada lahan yang berbeda.
“Olehnya itu kita butuh keahlian penyuluh yang menguasai ilmu agar dapat membina petani,” katanya, Senin (25/07).
“Sering disampaikan Pak Menteri sebuah kemustahilan kalau tidak maju mandiri dan modern, tidak akan mungkin pertanian bisa memberikan kesejahteraan petani kalau tidak kuasai ketiga hal itu,” tambah Djudul
Menurutnya, lahan di Sultra kurang lebih 220 ribuan hektar yang eksisting baru 120 ribuan. Ending dari semua yang dilakukan adalah kesejahteraan petani.
“Kemarin di Kabupaten Kolaka mewakili yang terbaik di Indonesia, kita harus akui lompatannya sangat bagus, yang lain harus mengikuti termasuk kita pemerintah tidak boleh setengah-setengah menuju pembangunan pertanian, harapan petani adalah bertanya kepada penyuluh. Mari kita bergegas menggelorakan semangat petani, pelatihan ini semoga bermanfaat untuk kesejahteraan petani. Kita berkomitmen untuk itu,’’ tegasnya.
Turut hadir Manager READSI, Tenaga Ahli Pemberdayaan READSI, Pemateri BBPP Batangkaluku dan peserta pada acara pembukaan tersebut
Manager program READSI I Made Widanta, SP, MP menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26 Juli – 31 Juli 2021 secara Offline dengan metode teori dan praktek. Peserta berasal dari Konawe 18 orang, Kolaka 18 orang dan Kolaka utara 18 orang total peserta menjadi 54 peserta penyuluh dampingan READSI di provinsi Sulawesi Tenggara.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan Penyuluh Pertanian Pendamping Program READSI agar mampu melakukan pengendalian hama secara terpadu untuk komoditas padi, komoditas tanaman lain bernilai ekonomi tinggi, komoditas perkebunan, sayur/buah dan tanaman pekarangan.
Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI) merupakan salah satu bagian dari program Kementrian Pertanian yang mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani
Salah satu komponen yang ikut terlibat menyukseskan program READSI ini adalah penyuluh pertanian yang salah satu tugas pokoknya adalah untuk mendampingi dan memberikan penyuluhan kepada petani untuk mengubah perilaku (pengetahuan, sikap dan keterampilan) petani yang ada diwilayah binaannya.
Tujuan jangka pendek Proyek READ-SI adalah memberdayakan rumah tangga di pedesaan di Sulawesi, Kalimantan dan NTT, baik secara individu maupun secara kelompok, dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non – pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.
