Nasional

Ketua DPD RI Paparkan Peran Penting Pemuda Dalam Menjaga Kemurnian Pancasila

TULUNGAGUNG – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memaparkan peran penting kiprah pemuda dalam menjaga kemurnian nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut disampaikan LaNyalla di hadapan ratusan kader Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (27/3/2022) malam.

Pada acara yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Tulungagung itu, LaNyalla menegaskan jika pemuda, khususnya Pemuda Pancasila, wajib menanamkan nilai-nilai kesadaran berbangsa kepada rakyat, bahwa bangsa ini harus kembali kepada Pancasila, sebagai sebuah sistem yang paling sesuai dengan watak dan DNA asli bangsa ini.

“Rakyat harus memahami dan mengerti bahwa arah perjalanan bangsa ini semakin menjauh dari cita-cita luhur para pendiri bangsa. Karena itu, sangat diperlukan lahirnya generasi pelurus bangsa. Dan, salah satu tugas Pemuda Pancasila adalah meluruskan kembali arah perjalanan bangsa ini dengan kembali kepada Pancasila,” kata LaNyalla.

Dikatakannya, sebagai generasi penerus bangsa, sudah barang tentu pemuda memiliki peran vital untuk menjaga kemurnian Pancasila. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut bisa dilakukan dengan ikut mengawal laju pemerintahan.

“Sudah saatnya pemuda ikut mengawasi jalannya pemerintahan, agar tetap berjalan pada rel yang bernama Pancasila. Pancasila merupakan pondasi dasar bagi arah perjalanan bangsa ini,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, saat ini bangsa ini tengah dihadapkan pada sejumlah tantangan. Dan, katanya, pemuda harus mengambil peran penting, dengan nalar kritisnya untuk menjaga laju pemerintahan agar tetap berada pada koridor sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa dengan dasar Pancasila.
“Kita harus jujur bahwa Sila ke-4 Pancasila yang berbunyi; “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, sudah menjadi tanda tanya dalam impelementasinya di tengah keputusan kita menggunakan one man-one vote dalam sistem tata Negara kita,” gugah LaNyalla.

Pun halnya LaNyalla mengajak kita semua untuk jujur bahwa Sila ke-5 Pancasila yang berbunyi; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, menjadi sebuah harapan yang semakin jauh di tengah kenyataan ketimpangan pemerataan di masyarakat.

“Begitu pula dengan Sila ke-2 dan ke-3, silakan dikaji sendiri, di tengah ego sektoral dan ego kelompok yang menguat. Mungkin hanya Sila ke-1 yang masih bisa kita rasakan implementasinya, karena Negara ini memang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, sehingga tidak ada pintu bagi Komunisme untuk hidup di Indonesia,” tegas LaNyalla.

Di mata LaNyalla, pemuda adalah orang yang siap tidak berada di zona-nyaman. Tidak seperti generasi tua yang cenderung mempertahankan apa yang sudah dinikmati, sehingga kehilangan nalar kritisnya.

“Pemuda wajib kritis, termasuk dalam memotret masa depan NKRI. Apakah pondasi kita semakin kokoh sebagai sebuah bangsa atau sebaliknya, justru semakin lemah? Pemuda harus berorganisasi untuk menemukan wadah sebagai tempat menguji dan menyampaikan pikiran-pikiran kritisnya,” papar LaNyalla.

Di kesempatan yang sama, Ketua MPC Pemuda Pancasila Tulungagung, agus Santosa menegaskan jika LaNyalla telah menggugah kesadaran anak-anak muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Agus sepakat bahwa Pancasila merupakan ideologi yang harus diimplementasikan dengan baik agar jalannya pemerintahan betul-betul sesuai dengan Sila ke-5 Pancasila yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

“Jangan sampai Pancasila ini disabotase oleh oligarki yang memang merusak nilai-nilai luhur Pancasila. Saat ini, hal tersebut sudah mulai dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Saatnya pemuda mengambil peran untuk menguatkan dan terus membumikan Pancasila di Negeri ini,” tegas Agus.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *