Pertanian

Kementan Genjot Komoditas Jagung Lewat Pemupukan Berimbang

JAKARTA – Kementerian Pertanian menggenjot produktivitas dan kualitas jagung dengan memaksimalkan pemupukan berimbang.

Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Pertanian mengoptimalkn kerja sejumlah program, termasuk IPDMIP.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pertanian harus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin memperkuat sejumlah komoditas untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan masyarakat. Di antaranya adalah komoditas jagung yang merupakan diversifikasi pangan lokal,” katanya.

Kegiatan yang dilakukan IPDMIP untuk memaksimalkan komoditas jagung adalah melalui Sekolah Lapang, yang salah satunya dilakukan di Daerah Irigasi (DI) Tanjung Durian.

Materi yang disampaikan pemateri Eliza adalah pemupukan berimbang pada tanaman jagung. Dalam kegiatan ini, peserta diajak melakukan Pengamatan Tanaman jagung di Labor lapang, serta Praktek Pemupukan berimbang pada tanaman jagung.

Sekolah Lapang IPDMIP dilaksanakan di Kelompok Tani Aras Taji, dengan Penyuluh Eliza, dan staf lapang Anton Suherman. Kegiatan sihadiri oleh Penyuluh WKP Rabi jonggor dan Tanjung Durian, staf lapang IPDMIP, PPS dan Ketua Kelompok tani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan pentingnya menggenjot produksi jagung.

“Jagung termasuk dalam diversifikasi pangan lokal yang bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Nilainya tinggi dan bisa dijadikn berbagai produk olahan. Oleh karena itu, kit mendukung agar petani bisa menggenjot produksi jagung,” katanya.

Dedi Nursyamsi menjelaskan, pemupukan merupakan cara pemberian unsur hara atau pupuk kepada tanah yang tujuannya agar dapat diserap olah tanaman.

“Unsur hara adalah makanannya tanaman. Agar dapat optimal kebutuhan makan suatu tumbuhan harus mencukupi 4 sehat 5 sempurna, yaitu semua kebutuhan tanaman tercukupi,” terangnya.

Sedangkan pemupukan berimbang adalah pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang sesuai kebutuhan tanaman dan optimum untuk meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan, kesuburan tanah serta menghindari pencemaran lingkungan.

“Pemupukan berimbang merupakan pemenuhan hara yang berimbang dalam tanah, bukan berimbang dalam bentuk dan jenis pupuk. Pemupukan diberikan bagi hara yang kurang dalam tanah, yang sudah cukup diberikan hanya untuk memelihara hara tanah supaya tidak berkurang,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *