Air Mata Bang Azran Akhirnya Menetes, Kenangan Anak Yatim Kembali Terlintas
JAKARTA — Suasana haru menyelimuti Majelis Ta’lim Assyifa, Jakarta Timur, Minggu (8/11/2026). Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta Achmad Azran (Bang Azran) tak kuasa membendung air matanya ketika menyampaikan sambutan dalam kegiatan santunan anak yatim.
Di hadapan para jemaah, khususnya ibu-ibu yang hadir, Bang Azran mengungkapkan bahwa persoalan anak yatim bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan pribadinya. Ada kenangan masa kecil yang membuatnya begitu memahami arti kehilangan dan kerinduan terhadap sosok orang tua.
Saat berbicara tentang anak-anak yatim, suara Bang Azran mulai bergetar. Ia bahkan beberapa kali tak kuasa menahan tangis. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah merasakan bagaimana menjalani kehidupan tanpa kehadiran kedua orang tua sejak usia belia.
“Jujur, saya tidak kuat kalau sudah berbicara tentang anak yatim. Saya punya kenangan sendiri. Sejak usia 12 tahun, saya sudah menjadi yatim piatu. Jadi, ketika melihat anak-anak yatim, saya seperti melihat kembali perjalanan masa kecil saya sendiri,” ungkap Bang Azran dengan suara bergetar.
Pengakuan tersebut membuat suasana semakin haru. Sejumlah jemaah ibu-ibu yang hadir ikut larut dalam emosi. Tak sedikit yang turut menitikkan air mata menyaksikan Bang Azran menyampaikan sambutannya dengan penuh perasaan.
Bagi Bang Azran, anak-anak yatim bukan sekadar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Mereka adalah anak-anak yang membutuhkan kasih sayang, perlindungan, kesempatan, serta keyakinan bahwa mereka tidak pernah berjalan sendirian.
Pengalaman hidupnya menjadi pengingat bahwa kehilangan orang tua bukan berarti kehilangan masa depan. Anak-anak yatim tetap berhak memiliki mimpi, memperoleh pendidikan yang layak, dan tumbuh dengan penuh harapan.
Sebagai wujud kepedulian nyata, dalam kesempatan tersebut Bang Azran juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat serta santunan bagi puluhan anak yatim. Baginya, perhatian kepada anak-anak yatim tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi harus diwujudkan dengan kepedulian, kehadiran, dan kasih sayang. Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka.(*)
